Ketua Umum Satgas MBG Nabire Soroti Dugaan Pemangkasan Anggaran Makanan Bergizi Gratis, Ancam Tutup Dapur Nakal
Tifacenderawasihnews. Com
Nabire, Papua Tengah | Ketua Umum Satgas MBG Nabire, Yulianus Pasang, menyoroti keras pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Nabire. Ia mengungkapkan adanya dugaan pemangkasan nilai makanan yang diterima siswa, meski anggaran per porsi telah ditetapkan sebesar Rp15.000.
Menurut Yulianus, dirinya sementara mengambil tanggung jawab pengawasan program MBG karena Bupati Nabire sedang sakit. Dalam proses monitoring lapangan, ia menemukan sejumlah dapur penyedia makanan belum memenuhi syarat operasional, namun tetap dipaksakan berjalan.
“Seharusnya penuhi semua persyaratan dulu baru boleh jalan. Tapi kenyataannya ada yang langsung beroperasi dan akhirnya bermasalah,” tegasnya.
Ia juga menyinggung temuan serius di wilayah Kimi yang disebutnya nyaris fatal. Menurutnya, jika tidak segera ditindak saat itu, dampaknya bisa lebih besar terhadap pelaksanaan program MBG.
Tak hanya itu, saat melakukan monitoring di SMA Adi Luhur pada Sabtu lalu, Yulianus menilai kualitas dan nilai makanan yang dibagikan jauh di bawah anggaran yang ditetapkan.
“Anggaran per anak Rp15.000, tetapi setelah saya hitung makanan yang diberikan nilainya hanya sekitar Rp7.000. Artinya ada selisih Rp8.000 per porsi. Kalau itu terjadi dalam ribuan porsi, maka nilainya sangat besar,” ujarnya.
Ia mencontohkan potongan buah semangka yang diberikan kepada siswa sangat kecil dan tipis, sehingga dinilai tidak sebanding dengan nilai anggaran. Menurutnya, praktik seperti ini berpotensi menjadi pintu masuk korupsi dalam program MBG.
Karena itu, Yulianus menegaskan tidak akan ragu mengambil tindakan tegas terhadap dapur penyedia makanan yang terbukti bermain anggaran.
“Kalau masih ada dapur yang kasih makanan tidak sesuai nilai dan kualitas, saya akan tutup dapur itu. Kasihan anak-anak kita, ini program makanan bergizi, bukan program cari keuntungan,” tegasnya.
Ke depan, Satgas MBG Nabire akan mengeluarkan edaran kepada sekolah-sekolah agar setiap makanan yang diantar wajib diperiksa, baik dari sisi kelayakan konsumsi maupun kesesuaian nilai makanan dengan anggaran yang ditetapkan.
Ia juga meminta seluruh pihak ikut mengawasi program tersebut agar tujuan utama MBG benar-benar tercapai, yakni meningkatkan gizi anak-anak, bukan menjadi ajang penyimpangan anggaran.
(Red)

Tinggalkan Balasan