Reel Density Analysis Kepadatan Simbol Mahjong Ways 2 Scatter Trigger Mapping Free Spin Mahjong Ways 2 Symbol Volatility Study Pola Pembayaran Mahjong Ways 2 Grid Expansion Effect Multiplier Mahjong Ways 2 Wild Frequency Mapping Distribusi Simbol Wild Mahjong Ways 2 Cluster Formation Index Pembentukan Klaster Simbol Mahjong Ways 2 Reel Transition Pattern Mode Free Spin Mahjong Ways 2 Multiplier Growth Model Dinamika Pengali Mahjong Ways 2 Symbol Drop Probability Probabilitas Simbol Tinggi Mahjong Ways 2 Spin Cycle Observation Pola Siklus Spin Mahjong Ways 2 Analisis Pola Momentum Spin Mahjong Wins 3 Fase Potensial Pendekatan Observatif Transisi Ritme Gates of Olympus Studi Dinamika Simbol Wild Konsistensi Sesi Digital Strategi Adaptif Pola Sesi Panjang Mahjong Wins 3 Analisis Sinkronisasi Visual Ritme Gates of Olympus Membaca Pola Scatter Aktif Indikator Perubahan Fase Pendekatan Sistematis Identifikasi Stabilitas Sesi Slot Digital Peran Variasi Tempo Spin Alur Permainan Mahjong Wins 3 Analisis Perubahan Pola Simbol Momentum Gates of Olympus Studi Ritme Interaksi Simbol Dinamika Sesi Digital

TIFA CENDERAWASIH NEWS

DIPERCAYA DARI YANG TERPERCAYA

SM Angkat Bicara: Demo di Wariori Diduga Ditunggangi Mafia Tambang, Terungkap Boss Samsir Arahkan Pekerja Tambang Ilegal Sembunyi Ke Hutan Agar Tak Bisa Di Temui Kapolda

admin |

 

TCN|| Manokwari – Gelombang aksi unjuk rasa yang terjadi di kawasan Wariori, Distrik Masni, Kabupaten Manokwari, Papua Barat Hari ini (23/09/2025) mendapat sorotan tajam dari SM. Ia menegaskan bahwa gerakan tersebut tidak sepenuhnya lahir dari aspirasi murni masyarakat adat, melainkan kuat dugaan telah ditunggangi oleh kelompok yang memiliki kepentingan dalam aktivitas pertambangan ilegal yakni para mafia tambang emas yang selama ini diduga kebal hukum yang beraktivitas di Wilayah Wasirawi, Wariori, Warmomi dan Sekitarnya.

Menurut SM, mafia tambang kerap menggunakan cara-cara manipulatif dengan melibatkan sebagian masyarakat adat untuk mengabulkan kepentingan mereka yang sebenarnya. “Kita harus jujur melihat fakta. Demo yang terjadi di Wariori bukanlah suara asli rakyat yang menginginkan keadilan, melainkan gerakan yang diduga diarahkan dan dibiayai oleh para pekerja dan aktor mafia tambang. Mereka ingin memanfaatkan momentum agar aktivitas ilegalnya tetap berjalan,” ungkap SM.

SM menambahkan, praktik seperti ini sangat berbahaya karena masyarakat dijadikan tameng untuk melindungi kepentingan segelintir orang yang mencari keuntungan dari penambangan Emas Tanpa izin (PETI). “Mafia tambang ini pandai memainkan isu. Mereka mencoba menciptakan kesan seolah-olah rakyat yang tertindas, padahal tujuan sebenarnya hanyalah melindungi bisnis ilegal yang merusak lingkungan, merugikan Negara, dan membahayakan masa depan generasi di Papua Barat,” tegasnya.

SM pun menghimbau kepada seluruh masyarakat di Kabupaten Manokwari, Khususnya Para Pemilik Hak ulayat di Wilayah tambang emas Wasirawi, Wariori, Warmomi dan  sekitarnya agar tidak mudah terprovokasi dengan ajakan-ajakan yang mengatasnamakan kepentingan rakyat. SM juga menegaskan bahwa masyarakat sejatinya adalah korban yang sering kali diperalat oleh oknum serta mafia tambang yang tidak bertanggung jawab.

“Jangan mau dimanfaatkan. Masyarakat harus bisa membedakan mana perjuangan yang murni demi kepentingan bersama, dan mana yang hanya dijadikan kedok untuk memperkaya mafia tambang emas ilegal. Jangan biarkan lingkungan kita rusak, hak-hak kita dirampas, hanya karena kepentingan segelintir orang,” kata SM.

Lebih lanjut, ia juga meminta aparat penegak hukum untuk benar-benar bertindak tegas dalam mengusut siapa saja aktor di balik demo tersebut serta jaringan mafia tambang yang selama ini beroperasi. “Negara tidak boleh kalah dengan mafia. Jika dibiarkan, mereka akan terus menunggangi masyarakat, memanipulasi opini publik, dan merusak tatanan hukum positif serta hukum adat diwilayah tersebut, Aparat Penegak hukum (APH) harus sepenuhnya hadir dan menunjukkan keberpihakannya pada rakyat dan hukum yang berlaku,” tambahnya.

Lanjut SM menegaskan bahwa sudah saatnya masyarakat adat di Manokwari bersatu menjaga tanah dan lingkungan mereka dari kerusakan. Baginya, melawan mafia tambang bukan hanya persoalan hukum, tetapi juga perjuangan moral untuk melindungi hak hidup generasi mendatang. “Pungkasnya.

“Rakyat jangan takut. Jangan terprovokasi dan jangan mau dimanfaatkan. Kita harus bersama-sama menyuarakan keadilan yang sejati, bukan keadilan palsu yang diciptakan mafia tambang emas ilegal Demi masa depan Generasi di Manokwari, Papua Barat, demi kelestarian lingkungan, dan demi kesejahteraan masyarakat yang sesungguhnya. Kecuali Tambang tersebut di kelola melalui koperasi adat yang sudah ada agar bisa bermanfaat untuk daerah dan masyarakat setempat. “Harapnya.

Dihari yang sama, SM membeberkan telah beredar adanya arahan melalui Pesan Whatsapp Voice note dari diduga kuat Suara Bos Samsir pelaku mafia tambang di manokwari yang mengatakan ” Assalamu Alaikum Warahmatulla” e saya mohon teman teman yang ada komunikasi di lokasi, di muara dimanapun dengan orang leles apa, saya minta segerah semua lari ke gunung, jangan ada satu orang tinggal di lokasi satu orang itu siapapun saya tidak inginkan, komunikasi dengan orang leleskah apakah orang kioskah, tutup kios semua lari ke gunung, itu perintah itu. Karena apa, nanti Kapolda tanya sana sini salah jawab lagi hancur satu manokwari, hancur satu wasirawi kalo salah bicara. Ini Kapolda orang pintar ini, Palang saja bisa buka, palang saja dia bisa buka itu. Jadi saya minta tolong siapapun teman teman yang ada komunikasi di lokasi cepat telfon.. bahwa kalian menyingkir siapapun itu jangan ada di lokasih satu orang pun supaya “Dia” (Kapolda) tidak bertanya lagi, supaya tidak ada tempat bertanya. Nanti salah jawab selesai eee pekerjaan kita. selesai tidak ada itu… saya jaminnn begitu… ok terimakasih,,, “Voice note tersebut diduga kuat suaranya Bos Samsir.” Ungkap SM.

Lanjut SM menyampaikan, dari pesan Voice note tersebut, dirinya menduga bahwa Bos Samsir sudah mengamankan seluruh pekerja yang menggunakan excavator untuk di singkirkan ke hutan, dan di ketahui ada puluhan excavator yang ada di Warmomi. dan juga Samsir mengarahkan kembali para pendulang tradisional dan kios penjual bama (bahan makan) untuk bersembunyi kehutan, agar disaat Tim aparat penegak hukum (APH) melakukan Penyisiran sudah tak ada seorangpun yang berada di TKP wilayah penambangan Emas Ilegal tersebut. Dan dari Voice Note tersebut Bos Samsir terkesan dengan Nada yang angkuh, dan juga terkesan menantang hingga menyebut Kapolda, tak hanya itu, Bos Samsir juga mengarahkan semua penghuni tambang ilegal tersebut menyingkir ke hutan agar tidak bisa di temui untuk di mintai keterangan oleh Kapolda setempat.

Masih lanjut SM menyampaikan, Sesuai laporan dan informasi Warga menyebutkan Nama-nama Mafia tambang di Manokwari yang Diduga kuat menunggangi Demo hari ini yakni:
– Samsir
– Bos Nandang
– Eko Putra Bunda Ros
– Bos Haji Rasni
– Bos Rama
– Bos Firman 88

Dalam hal ini, Kami sangat Berharap Agar Kapolda Papua Barat Segera mengungkap bahkan Segerah menangkap para mafia tambang tersebut, dan di Proses Sesuai hukum yang berlaku,” Harap SM.

Demi menjaga keamanan Narasumber, Penulisan Inisial dalam berita ini dilakukan atas dasar permintaan Narasumber SM.

Sumber: SM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini