Perwakilan KMPP Sampaikan Permohonan Maaf kepada Kapolres Nabire, Tegaskan Aksi Senin Berjalan Damai
Tifacenderawasihnews. Com
Nabire, Papua Tengah | Salah satu perwakilan massa aksi dari Komunitas Mahasiswa Pelajar Puncak (KMPP) menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada Kapolres Nabire dan jajaran Polres Nabire atas aktivitas pembagian selebaran yang sempat menimbulkan gangguan arus lalu lintas di sejumlah titik di Kota Nabire. Sabtu (25/04/2026)
Dalam penyampaiannya di hadapan Kapolres dan aparat keamanan, perwakilan KMPP mengawali dengan rasa syukur kepada Tuhan atas kesempatan dan situasi yang masih kondusif hingga sore hari.
Ia juga menyampaikan penghormatan serta ucapan terima kasih kepada Kapolres Nabire dan seluruh jajaran kepolisian yang telah mengamankan situasi selama kegiatan berlangsung.
“Kami sangat berterima kasih kepada Kapolres dan seluruh jajaran yang sudah mengamankan situasi hari ini. Kami juga mohon maaf sebesar-besarnya apabila kegiatan pembagian selebaran tadi sempat mengganggu kenyamanan masyarakat maupun pengguna jalan,” ujarnya.
Dijelaskan bahwa kegiatan yang dilakukan pada hari ini bukanlah aksi unjuk rasa, melainkan pembagian selebaran sebagai bentuk pemberitahuan kepada masyarakat terkait rencana aksi damai yang akan dilaksanakan pada hari Senin mendatang.
Menurutnya, tujuan utama aksi tersebut adalah menyuarakan persoalan kemanusiaan yang terjadi di Kabupaten Puncak pada 14 April 2026. Ia menegaskan bahwa tuntutan mereka hanya berfokus pada isu kemanusiaan tersebut dan tidak membawa agenda lain.
“Kami hanya ingin menyampaikan aspirasi terkait persoalan kemanusiaan di Kabupaten Puncak. Tidak ada agenda lain di luar itu. Sasaran akhir kami adalah DPR agar aspirasi dan tuntutan kami bisa sampai dan ditindaklanjuti,” jelasnya.
Ia menambahkan, pembagian selebaran dilakukan mulai dari Kali Harapan, KPR, Pasar Sore hingga kawasan Pantai Nabire untuk menjangkau masyarakat luas, termasuk mama-mama dan warga sipil yang tidak tergabung dalam kelompok mahasiswa.
“Kota Nabire sangat luas. Kalau hanya lewat grup, informasi hanya sampai ke mahasiswa. Karena itu kami turun langsung membagikan selebaran agar masyarakat yang ingin ikut menyuarakan aspirasi secara damai bisa mengetahui agenda ini,” katanya.
Di akhir penyampaiannya, perwakilan KMPP kembali menegaskan bahwa aksi yang akan dilakukan pada hari Senin merupakan aksi damai dan intelektual, tanpa niat menciptakan kericuhan.
Ia juga berharap pihak keamanan dapat terus menjaga situasi agar tidak ada pihak ketiga yang mencoba memanfaatkan momentum tersebut untuk menciptakan konflik maupun tindakan anarkis.
“Kami tidak ingin ada pihak lain yang memainkan situasi. Aksi kami murni untuk menyuarakan kondisi daerah kami. Kami ingin semuanya berjalan damai, tertib, dan aman,” tutupnya.
(Red)

Tinggalkan Balasan