Reel Density Analysis Kepadatan Simbol Mahjong Ways 2 Scatter Trigger Mapping Free Spin Mahjong Ways 2 Symbol Volatility Study Pola Pembayaran Mahjong Ways 2 Grid Expansion Effect Multiplier Mahjong Ways 2 Wild Frequency Mapping Distribusi Simbol Wild Mahjong Ways 2 Cluster Formation Index Pembentukan Klaster Simbol Mahjong Ways 2 Reel Transition Pattern Mode Free Spin Mahjong Ways 2 Multiplier Growth Model Dinamika Pengali Mahjong Ways 2 Symbol Drop Probability Probabilitas Simbol Tinggi Mahjong Ways 2 Spin Cycle Observation Pola Siklus Spin Mahjong Ways 2 Analisis Pola Momentum Spin Mahjong Wins 3 Fase Potensial Pendekatan Observatif Transisi Ritme Gates of Olympus Studi Dinamika Simbol Wild Konsistensi Sesi Digital Strategi Adaptif Pola Sesi Panjang Mahjong Wins 3 Analisis Sinkronisasi Visual Ritme Gates of Olympus Membaca Pola Scatter Aktif Indikator Perubahan Fase Pendekatan Sistematis Identifikasi Stabilitas Sesi Slot Digital Peran Variasi Tempo Spin Alur Permainan Mahjong Wins 3 Analisis Perubahan Pola Simbol Momentum Gates of Olympus Studi Ritme Interaksi Simbol Dinamika Sesi Digital

TIFA CENDERAWASIH NEWS

DIPERCAYA DARI YANG TERPERCAYA

Kapolres Nabire Kedepankan Pendekatan Humanis, Tegaskan Mahasiswa KMPP Sampaikan Aspirasi Secara Tertib dan Bermartabat

admin |

Tifacenderawasihnews. Com

Nabire, Papua Tengah | Kepala Kepolisian Resor Nabire, AKBP Samuel D. Tatiratu, S.I.K., CPHR., memberikan penegasan secara humanis kepada massa yang tergabung dalam Komunitas Mahasiswa Puncak (KMPP) pada Sabtu petang sekitar pukul 18.20 WIT di Mapolres Nabire.

Dalam arahannya, Kapolres menekankan bahwa Polri tidak pernah menganggap mahasiswa sebagai musuh, melainkan sebagai saudara yang harus saling menjaga demi terciptanya keamanan dan ketertiban bersama di Kabupaten Nabire.

Jangan anggap kami musuh kalian. Kita ini saudara. Kami menjaga kalian, dan kalian juga menjaga kami,” tegas AKBP Samuel di hadapan massa aksi.

Kapolres juga menegaskan, sebelumnya telah ada komunikasi antara pihak mahasiswa dan kepolisian bahwa penyampaian aspirasi direncanakan akan dilaksanakan pada hari Senin mendatang. Namun, aksi yang dilakukan pada Sabtu sore dinilai telah melanggar komitmen yang sebelumnya telah disepakati bersama.

Sudah diberitahukan belum kepada pihak kepolisian? Kamu punya komitmen dengan saya pada tanggal 24 April kemarin saat duduk bersama Kasat Intel, bahwa kegiatan penyampaian aspirasi akan dilaksanakan hari Senin. Kenapa hari ini kamu melanggar kesepakatan itu?” tegas Kapolres.

Menurutnya, penyampaian aspirasi merupakan hak setiap warga negara yang dijamin undang-undang. Namun, pelaksanaannya harus tetap memperhatikan aturan hukum, keselamatan masyarakat, serta ketertiban umum, terlebih pada akhir pekan saat aktivitas masyarakat di pusat kota meningkat.

Kapolres menilai kegiatan para mahasiswa di sejumlah ruas jalan telah mengganggu aktivitas masyarakat dan berpotensi menimbulkan risiko keselamatan.

Kalian duduk menguasai jalan, berdiri di tengah jalan sambil meminta-minta uang. Apakah itu cara didikan seorang mahasiswa terhormat? Kalian tidak peduli terhadap aksesibilitas masyarakat umum,” ujarnya.

Selain itu, Kapolres juga menyoroti aksi kejar-kejaran antara peserta kegiatan dan petugas di lapangan yang dinilai sangat berbahaya.

Kalian berkejar-kejaran dengan petugas, lari ke kiri dan kanan. Kalau terjadi tabrakan, siapa yang akan bertanggung jawab?” katanya.

Kapolres mengingatkan bahwa sebagai mahasiswa dan kaum intelektual, peserta aksi seharusnya menjadi teladan dalam menaati aturan serta menunjukkan sikap yang terhormat dalam menyampaikan pendapat di muka umum.

Kalian ini mahasiswa, kaum cendekia, generasi penerus bangsa. Saya ingin kalian menjadi mahasiswa yang terhormat, tahu aturan, dan memahami hukum, bukan justru melanggar aturan yang ada,” katanya.

Ia menegaskan bahwa pihak kepolisian tidak pernah melarang aksi penyampaian aspirasi, termasuk terhadap isu kemanusiaan dan hak asasi manusia yang terjadi di wilayah Puncak maupun daerah lainnya. Namun, tindakan yang tidak terkoordinasi dengan baik dan melanggar ketentuan hukum tetap harus ditertibkan.

Saya melayani adik-adik dengan hati yang tulus. Setiap kali ada demo, saya selalu berjalan bersama kalian. Tapi kalau kalian melanggar aturan, di situlah kami berdiri sebagai aparat penegak hukum,” jelasnya.

Meski demikian, terhadap aksi yang berlangsung tanpa koordinasi tersebut, Kapolres memilih mengambil langkah persuasif dan tidak melakukan tindakan represif terhadap massa mahasiswa. Ia memberikan kesempatan kepada seluruh peserta aksi untuk kembali ke rumah masing-masing dengan aman.

Kami tidak akan mengambil tindakan apa pun. Silakan pulang ke rumah masing-masing, tetapi kami akan mengawal kalian dengan mobil patroli agar semuanya aman,” tegas Kapolres.

Kebijakan tersebut diambil sebagai bentuk pendekatan humanis Polres Nabire dalam menjaga keamanan sekaligus melindungi keselamatan mahasiswa agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di jalan maupun di tengah aktivitas masyarakat.

AKBP Samuel juga menyampaikan apresiasinya terhadap mahasiswa yang kritis terhadap persoalan sosial dan pemerintahan. Namun, ia berharap sikap kritis tersebut tetap dibarengi dengan tanggung jawab moral dan kepatuhan terhadap hukum.

Saya bangga kalian kritis terhadap situasi yang terjadi. Tapi jangan berjalan sendiri tanpa aturan. Saya sebagai Kapolres berpikir bukan hanya soal aksi kalian, tetapi juga keamanan dan keselamatan seluruh masyarakat di Kabupaten Nabire,” tutupnya.

Situasi di Mapolres Nabire berlangsung aman dan kondusif, dengan pendekatan persuasif dan dialogis yang terus dikedepankan oleh jajaran Polres Nabire dalam menjaga stabilitas keamanan daerah.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini