Kapolres Nabire Kedepankan Pendekatan Humanis, Tegaskan Mahasiswa KMPP Sampaikan Aspirasi Secara Tertib dan Bermartabat
Tifacenderawasihnews. Com
Nabire, Papua Tengah | Kepala Kepolisian Resor Nabire, AKBP Samuel D. Tatiratu, S.I.K., CPHR., memberikan penegasan secara humanis kepada massa yang tergabung dalam Komunitas Mahasiswa Puncak (KMPP) pada Sabtu petang sekitar pukul 18.20 WIT di Mapolres Nabire.

Dalam arahannya, Kapolres menekankan bahwa Polri tidak pernah menganggap mahasiswa sebagai musuh, melainkan sebagai saudara yang harus saling menjaga demi terciptanya keamanan dan ketertiban bersama di Kabupaten Nabire.
“Jangan anggap kami musuh kalian. Kita ini saudara. Kami menjaga kalian, dan kalian juga menjaga kami,” tegas AKBP Samuel di hadapan massa aksi.

Kapolres juga menegaskan, sebelumnya telah ada komunikasi antara pihak mahasiswa dan kepolisian bahwa penyampaian aspirasi direncanakan akan dilaksanakan pada hari Senin mendatang. Namun, aksi yang dilakukan pada Sabtu sore dinilai telah melanggar komitmen yang sebelumnya telah disepakati bersama.
“Sudah diberitahukan belum kepada pihak kepolisian? Kamu punya komitmen dengan saya pada tanggal 24 April kemarin saat duduk bersama Kasat Intel, bahwa kegiatan penyampaian aspirasi akan dilaksanakan hari Senin. Kenapa hari ini kamu melanggar kesepakatan itu?” tegas Kapolres.
Menurutnya, penyampaian aspirasi merupakan hak setiap warga negara yang dijamin undang-undang. Namun, pelaksanaannya harus tetap memperhatikan aturan hukum, keselamatan masyarakat, serta ketertiban umum, terlebih pada akhir pekan saat aktivitas masyarakat di pusat kota meningkat.
Kapolres menilai kegiatan para mahasiswa di sejumlah ruas jalan telah mengganggu aktivitas masyarakat dan berpotensi menimbulkan risiko keselamatan.
“Kalian duduk menguasai jalan, berdiri di tengah jalan sambil meminta-minta uang. Apakah itu cara didikan seorang mahasiswa terhormat? Kalian tidak peduli terhadap aksesibilitas masyarakat umum,” ujarnya.
Selain itu, Kapolres juga menyoroti aksi kejar-kejaran antara peserta kegiatan dan petugas di lapangan yang dinilai sangat berbahaya.
“Kalian berkejar-kejaran dengan petugas, lari ke kiri dan kanan. Kalau terjadi tabrakan, siapa yang akan bertanggung jawab?” katanya.
Kapolres mengingatkan bahwa sebagai mahasiswa dan kaum intelektual, peserta aksi seharusnya menjadi teladan dalam menaati aturan serta menunjukkan sikap yang terhormat dalam menyampaikan pendapat di muka umum.
“Kalian ini mahasiswa, kaum cendekia, generasi penerus bangsa. Saya ingin kalian menjadi mahasiswa yang terhormat, tahu aturan, dan memahami hukum, bukan justru melanggar aturan yang ada,” katanya.
Ia menegaskan bahwa pihak kepolisian tidak pernah melarang aksi penyampaian aspirasi, termasuk terhadap isu kemanusiaan dan hak asasi manusia yang terjadi di wilayah Puncak maupun daerah lainnya. Namun, tindakan yang tidak terkoordinasi dengan baik dan melanggar ketentuan hukum tetap harus ditertibkan.
“Saya melayani adik-adik dengan hati yang tulus. Setiap kali ada demo, saya selalu berjalan bersama kalian. Tapi kalau kalian melanggar aturan, di situlah kami berdiri sebagai aparat penegak hukum,” jelasnya.
Meski demikian, terhadap aksi yang berlangsung tanpa koordinasi tersebut, Kapolres memilih mengambil langkah persuasif dan tidak melakukan tindakan represif terhadap massa mahasiswa. Ia memberikan kesempatan kepada seluruh peserta aksi untuk kembali ke rumah masing-masing dengan aman.
“Kami tidak akan mengambil tindakan apa pun. Silakan pulang ke rumah masing-masing, tetapi kami akan mengawal kalian dengan mobil patroli agar semuanya aman,” tegas Kapolres.
Kebijakan tersebut diambil sebagai bentuk pendekatan humanis Polres Nabire dalam menjaga keamanan sekaligus melindungi keselamatan mahasiswa agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di jalan maupun di tengah aktivitas masyarakat.
AKBP Samuel juga menyampaikan apresiasinya terhadap mahasiswa yang kritis terhadap persoalan sosial dan pemerintahan. Namun, ia berharap sikap kritis tersebut tetap dibarengi dengan tanggung jawab moral dan kepatuhan terhadap hukum.
“Saya bangga kalian kritis terhadap situasi yang terjadi. Tapi jangan berjalan sendiri tanpa aturan. Saya sebagai Kapolres berpikir bukan hanya soal aksi kalian, tetapi juga keamanan dan keselamatan seluruh masyarakat di Kabupaten Nabire,” tutupnya.
Situasi di Mapolres Nabire berlangsung aman dan kondusif, dengan pendekatan persuasif dan dialogis yang terus dikedepankan oleh jajaran Polres Nabire dalam menjaga stabilitas keamanan daerah.
(Red)

Tinggalkan Balasan