Reel Density Analysis Kepadatan Simbol Mahjong Ways 2 Scatter Trigger Mapping Free Spin Mahjong Ways 2 Symbol Volatility Study Pola Pembayaran Mahjong Ways 2 Grid Expansion Effect Multiplier Mahjong Ways 2 Wild Frequency Mapping Distribusi Simbol Wild Mahjong Ways 2 Cluster Formation Index Pembentukan Klaster Simbol Mahjong Ways 2 Reel Transition Pattern Mode Free Spin Mahjong Ways 2 Multiplier Growth Model Dinamika Pengali Mahjong Ways 2 Symbol Drop Probability Probabilitas Simbol Tinggi Mahjong Ways 2 Spin Cycle Observation Pola Siklus Spin Mahjong Ways 2 Analisis Pola Momentum Spin Mahjong Wins 3 Fase Potensial Pendekatan Observatif Transisi Ritme Gates of Olympus Studi Dinamika Simbol Wild Konsistensi Sesi Digital Strategi Adaptif Pola Sesi Panjang Mahjong Wins 3 Analisis Sinkronisasi Visual Ritme Gates of Olympus Membaca Pola Scatter Aktif Indikator Perubahan Fase Pendekatan Sistematis Identifikasi Stabilitas Sesi Slot Digital Peran Variasi Tempo Spin Alur Permainan Mahjong Wins 3 Analisis Perubahan Pola Simbol Momentum Gates of Olympus Studi Ritme Interaksi Simbol Dinamika Sesi Digital

TIFA CENDERAWASIH NEWS

DIPERCAYA DARI YANG TERPERCAYA

BGN Nabire Klarifikasi Dugaan Gangguan Kesehatan Siswa Usai Konsumsi Makanan Program MBG di Kampung Lani

admin |

Tifacenderawasihnews. Com

Nabire, Papua Tengah | Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Nabire, Marsel Asyerem, memberikan klarifikasi terkait dugaan gangguan kesehatan yang dialami sejumlah siswa dan guru setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kampung Lani.

Klarifikasi tersebut disampaikan Marsel saat diwawancarai awak media di Klinik Rihenza, Nabire, pada Jumat malam (13/03/2026) sekitar pukul 22.00 WIT. Dalam kesempatan itu ia didampingi oleh Kepala SPPG Kampung Lani, Ayub Melkion Mamoribo.

Marsel menjelaskan bahwa gejala gangguan kesehatan mulai terpantau sejak Rabu (11/03/2026) setelah beberapa siswa dan guru mengeluhkan kondisi seperti diare, muntah, dan pusing.

Dari hasil pengamatan awal, gejala yang dialami hampir sama, yakni diare, muntah, dan pusing. Namun kejadian ini hanya terjadi di tiga sekolah dari total 17 sekolah yang dilayani dapur MBG,” ujar Marsel kepada awak media.

Ia menjelaskan bahwa dapur MBG di wilayah tersebut melayani sekitar 17 sekolah dengan jumlah penerima manfaat mencapai 1.892 orang, yang terdiri dari siswa dan tenaga pengajar.

Menurut Marsel, pada awalnya para guru tidak langsung melaporkan kejadian tersebut kepada pihak BGN. Mereka lebih dulu melakukan komunikasi secara internal karena khawatir terjadi kesalahpahaman terhadap program MBG yang sedang berjalan.

Para guru sebenarnya sudah merasakan gejala yang sama, namun tidak langsung melapor. Mereka berupaya menjaga situasi agar tidak terjadi salah persepsi terhadap program MBG,” jelasnya.

Setelah informasi diterima oleh pihak BGN, koordinasi langsung dilakukan dengan tenaga medis guna memastikan kondisi para siswa dan guru yang mengalami gangguan kesehatan.

Berdasarkan keterangan dokter, pasien yang datang ke klinik menunjukkan gejala serupa, yakni diare, muntah, dan pusing. Namun hingga saat ini tenaga medis belum dapat melakukan pemeriksaan laboratorium secara menyeluruh karena tenaga laboratorium sedang libur.

Sebagai langkah awal, tim medis memfokuskan penanganan pada pencegahan dehidrasi akibat kehilangan cairan pada pasien.

Diagnosa sementara dari dokter adalah kemungkinan adanya bakteri yang memengaruhi daya tahan tubuh. Namun kondisi setiap orang berbeda sehingga reaksi tubuh juga tidak sama,” ungkap Marsel.

Ia menambahkan bahwa hingga saat ini terdapat tujuh orang yang menjalani perawatan, dengan rincian lima orang dirawat di Klinik Rihenza, satu orang di RSUD Nabire, dan satu orang di Klinik Gresli.

Kasus tersebut diketahui berasal dari tiga sekolah, yakni TK Grasia, SMP Negeri 7, dan SD Inpres Waharia.

Marsel juga mengungkapkan bahwa dugaan sementara penyebab gangguan kesehatan kemungkinan berasal dari saus makanan, bukan dari makanan pokok seperti telur atau sayuran.

Dokter menyampaikan kemungkinan kontaminasi terjadi pada saus makanan. Karena itu ke depan kami akan melakukan evaluasi terhadap menu, termasuk kemungkinan tidak lagi menggunakan saus untuk menghindari risiko serupa,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa sebenarnya pihak BGN memiliki sistem pengawasan dengan menyimpan sampel makanan di dapur MBG untuk keperluan pemeriksaan apabila terjadi kejadian serupa.

Namun dalam kasus ini, laporan baru diterima setelah dua hari sehingga masa penyimpanan sampel telah habis dan sudah diganti dengan menu baru sesuai prosedur yang berlaku.

Meski demikian, Marsel menegaskan bahwa pihak BGN tidak sedang mencari pihak yang harus disalahkan. Fokus utama saat ini adalah memastikan seluruh pasien mendapatkan perawatan hingga pulih.

Kami tidak sedang mencari siapa yang salah. Yang paling penting adalah memastikan semua pasien mendapatkan perawatan sampai sembuh,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa seluruh biaya pengobatan akan ditanggung oleh pihak mitra dapur MBG sebagai bentuk tanggung jawab terhadap para penerima manfaat program.

Menurutnya, kejadian ini akan menjadi bahan evaluasi bagi seluruh dapur MBG di Kabupaten Nabire agar standar kebersihan dan keamanan makanan semakin diperketat.

Kasus ini menjadi pelajaran bagi seluruh dapur MBG agar lebih memperhatikan higienitas makanan dan pengawasan proses penyajian,” ujarnya.

Marsel juga mengapresiasi peran media yang selama ini aktif mengawal pelaksanaan program MBG di Kabupaten Nabire. Ia menilai pengawasan publik melalui media sangat membantu pemerintah dalam melakukan evaluasi serta mempercepat penanganan setiap persoalan yang muncul di lapangan.

Sebagai informasi, pelayanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk sementara diliburkan hingga 31 Maret 2026 dalam rangka penyesuaian program selama bulan Ramadan. Selama masa tersebut, para siswa akan menerima paket makanan kering untuk dibawa pulang.

Pihak BGN memastikan bahwa setelah masa libur berakhir, pelayanan MBG akan kembali berjalan dengan sistem pengawasan yang lebih ketat guna menjamin keamanan serta kualitas makanan bagi seluruh penerima manfaat program.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini