Reel Density Analysis Kepadatan Simbol Mahjong Ways 2 Scatter Trigger Mapping Free Spin Mahjong Ways 2 Symbol Volatility Study Pola Pembayaran Mahjong Ways 2 Grid Expansion Effect Multiplier Mahjong Ways 2 Wild Frequency Mapping Distribusi Simbol Wild Mahjong Ways 2 Cluster Formation Index Pembentukan Klaster Simbol Mahjong Ways 2 Reel Transition Pattern Mode Free Spin Mahjong Ways 2 Multiplier Growth Model Dinamika Pengali Mahjong Ways 2 Symbol Drop Probability Probabilitas Simbol Tinggi Mahjong Ways 2 Spin Cycle Observation Pola Siklus Spin Mahjong Ways 2 Analisis Pola Momentum Spin Mahjong Wins 3 Fase Potensial Pendekatan Observatif Transisi Ritme Gates of Olympus Studi Dinamika Simbol Wild Konsistensi Sesi Digital Strategi Adaptif Pola Sesi Panjang Mahjong Wins 3 Analisis Sinkronisasi Visual Ritme Gates of Olympus Membaca Pola Scatter Aktif Indikator Perubahan Fase Pendekatan Sistematis Identifikasi Stabilitas Sesi Slot Digital Peran Variasi Tempo Spin Alur Permainan Mahjong Wins 3 Analisis Perubahan Pola Simbol Momentum Gates of Olympus Studi Ritme Interaksi Simbol Dinamika Sesi Digital

TIFA CENDERAWASIH NEWS

DIPERCAYA DARI YANG TERPERCAYA

Wakil Ketua III DPR Papua Tengah Apresiasi Kapolres Nabire, Aspirasi Mahasiswa Siap Dibawa ke Pemerintah Pusat

admin |

Tifacenderawasihnews. Com

Nabire, Papua Tengah | Wakil Ketua III DPR Provinsi Papua Tengah, dari Praksi PAN Bekies Sony Kogoya,S.KM.,M.Kp. menyampaikan apresiasi tinggi kepada jajaran Polres Nabire atas keberhasilan dalam mengamankan jalannya aksi demonstrasi yang dilakukan oleh Komunitas Mahasiswa Pelajar Puncak (KMPP) di Kabupaten Nabire. Senin (27/04/2026)

Menurut Bekies, di bawah kepemimpinan Kapolres Nabire AKBP Samuel D. Tatiratu, S.I.K., seluruh rangkaian aksi penyampaian aspirasi berlangsung aman, tertib, dan kondusif tanpa adanya gesekan maupun tindakan anarkis.

Saya mengapresiasi kinerja Kapolres Nabire dan seluruh pimpinan yang terlibat dalam pengamanan. Saya melihat di bawah kepemimpinan Kapolres Nabire, Bapak Samuel D. Tatiratu, semuanya berjalan luar biasa. Beliau adalah sosok yang bijaksana dan pemimpin yang hebat,” ujar Bekies.

Ia menegaskan bahwa aksi demonstrasi yang berlangsung di depan Kantor DPR Provinsi Papua Tengah berjalan dengan baik dan seluruh massa aksi dapat menyampaikan aspirasi mereka secara damai.

Semua jalannya aksi demo hari ini berjalan aman, tertib, tidak ada kejadian anarkis maupun gesekan. Semua berjalan baik. Kami mewakili masyarakat Papua Tengah dan pimpinan DPR menyampaikan terima kasih atas seluruh upaya yang dilakukan oleh Kapolres Nabire beserta seluruh tim operasi lapangan,” lanjutnya.

Bekies juga menilai Kapolres Nabire mampu mengendalikan seluruh personel pengamanan dengan baik sehingga situasi tetap aman hingga massa aksi membubarkan diri.

Terkait aspirasi yang disampaikan mahasiswa, DPR Papua Tengah memastikan akan menindaklanjuti secara serius melalui mekanisme kelembagaan, termasuk pembentukan Panitia Khusus (Pansus).

Kami DPR menanggapi aspirasi tersebut secara serius. DPR akan membentuk tim pansus, kemudian aspirasi itu akan kami bawa ke kementerian terkait maupun komisi terkait di pusat,” jelasnya.

Ia menyebutkan bahwa Komisi I DPR Papua Tengah yang membidangi urusan pemerintahan akan menjadi leading sector dalam mengawal persoalan tersebut, termasuk berkoordinasi dengan pemerintah pusat di Jakarta.

Bekies menambahkan, pihak DPR akan membawa persoalan ini hingga ke tingkat nasional, termasuk menyampaikannya kepada Presiden RI Prabowo Subianto, Komisi I DPR RI, Panglima TNI, hingga Kapolri.

Menurutnya, aparat keamanan harus mampu membedakan antara masyarakat sipil dan kelompok bersenjata agar tidak terjadi salah sasaran dalam pelaksanaan operasi di Papua.

Jangan menganggap semua orang Papua itu KKB, tidak. Yang memegang senjata dan melakukan perlawanan itu kelompok KKB. Tetapi masyarakat sipil yang tinggal di kampung, di honai, berkebun, mereka harus dilindungi dan tidak boleh diperlakukan sembarangan,” tegasnya.

Ia juga meminta Panglima TNI dan institusi keamanan untuk melakukan evaluasi terhadap personel non-organik yang ditugaskan di Papua agar benar-benar memahami kondisi sosial masyarakat setempat.

Harus dibedakan dengan jelas mana masyarakat sipil dan mana kelompok separatis bersenjata. Jika tidak, maka akan terus menimbulkan konflik, gesekan, dan aksi demonstrasi seperti yang terjadi hari ini. Ini menjadi bagian penting dari evaluasi ke depan,” tutup Bekies.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini