Saksi RM (75) Ungkap Penembakan dan Pembakaran Pos di PT Kristalin Eka Lestari, Polisi Masih Dalami Dugaan Pelaku
Tifacenderawasihnews. Com
Nabire, Papua Tengah | Insiden penembakan disertai pembakaran dilaporkan terjadi di area operasional PT Kristalin Eka Lestari. Kampung Lagari 2, Distrik Makimi. Seorang saksi mata yang selamat, berinisial RM (75), asal Sulawesi Selatan, memberikan keterangan awal terkait peristiwa tersebut. Sabtu (21/2/2026)
Berdasarkan penuturan RM, peristiwa terjadi saat ia bersama dua rekannya berada di sebuah pos di lokasi perusahaan. Ia menyebut pos pertama diduga menjadi sasaran tembakan sebelum akhirnya dibakar.
“Saya yang pertama ditembaki. Saya lompat sudah itu, saya lari ke sungai. Dia kira saya anggota,” ungkap RM dalam keterangannya.
RM menjelaskan bahwa saat kejadian, mereka bertiga berada di pos tersebut. Satu orang dalam posisi tidur, satu orang duduk berjaga, dan dirinya berada di sebelah kanan.
“Satu tidur, satu duduk jaga. Bertiga di situ. Saya di sebelah kanan. Saya yang ditembaki duluan,” katanya.
Dalam kondisi panik, RM mengaku melompat dan menyelamatkan diri ke sungai. Ia terapung sekitar setengah hingga satu jam dan mengaku sempat kehilangan kesadaran.
“Saya di sungai terapung setengah jam sampai satu jam. Saya sudah tidak tahu diri,” ujarnya.
Ia juga mengaku sempat terjatuh dari ketinggian sekitar 50 meter hingga mengalami luka di bagian punggung dan kesulitan berbicara.
“Saya jatuh di punggung, sudah patah-patah. Saya tidak bisa bicara. Saya tutup diri di air supaya tidak kelihatan,” tuturnya.
Menurut keterangan RM, selain penembakan, pos tersebut juga dibakar. Ia menduga pelaku merupakan kelompok bersenjata yang dalam pernyataannya disebut sebagai KKB.
Lebih lanjut, berdasarkan informasi yang ia dengar dan ketahui, dugaan mengarah pada sosok yang disebutnya bernama Aibon Kagoya. Namun demikian, pernyataan tersebut masih sebatas keterangan saksi dan belum dapat diverifikasi secara resmi.
“Saya tidak tahu pasti. Saya hanya selamatkan diri,” ujarnya.
Hingga kini, aparat keamanan masih melakukan pendalaman dan penyelidikan atas insiden tersebut, termasuk memastikan motif, jumlah korban, serta identitas pelaku.
Hingga berita ini diturunkan, tim media masih menunggu keterangan resmi dari pihak kepolisian guna memastikan kronologi lengkap dan pihak-pihak yang terlibat.
Tim media akan terus memantau perkembangan dan menghadirkan informasi lanjutan setelah adanya pernyataan resmi dari pihak kepolisian.
(Red)

Tinggalkan Balasan