Bupati Nabire Hadiri Ibadah Syukur 64 Tahun YPK, Tegaskan Komitmen Pendidikan Berkualitas dan Ramah Anak
Tifacenderawasihnews. Com
Nabire, Papua Tengah | Bupati Nabire, Mesak Magai, S.Sos., M.Si., menghadiri Ibadah Syukur Hari Ulang Tahun ke-64 Yayasan Pendidikan Kristen di Tanah Papua (YPK) yang digelar pada Senin, (09/03/2026), di kompleks YPK Jalan Kusuma Bangsa, Kelurahan Kalisusu, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah.

Perayaan yang berlangsung khidmat ini mengusung subtema “YPK Menciptakan Sekolah Ramah Anak dan Ramah Lingkungan”, sebagai wujud komitmen YPK dalam membangun sistem pendidikan yang aman, inklusif, dan berkelanjutan bagi generasi muda di Tanah Papua.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire, jajaran pemerintah daerah, pengurus YPK, pimpinan sekolah, para guru, tokoh gereja, serta masyarakat yang memberikan dukungan terhadap pengembangan pendidikan di daerah ini.
Dalam sambutannya, Bupati Mesak Magai menyampaikan bahwa arah pembangunan Kabupaten Nabire dirancang secara terstruktur dengan membagi wilayah pembangunan ke dalam tiga kawasan utama, yakni wilayah pesisir dan kepulauan, wilayah perkotaan, serta wilayah pegunungan.
Menurutnya, pembagian tersebut bertujuan agar program pembangunan dapat disesuaikan dengan potensi masing-masing wilayah.
“Wilayah pesisir dan kepulauan memiliki potensi besar di sektor kelautan dan pariwisata, sementara wilayah perkotaan dan pegunungan memiliki potensi pengembangan komoditas pertanian seperti kopi. Semua ini diarahkan untuk meningkatkan produktivitas masyarakat serta mendorong kemandirian ekonomi keluarga,” ujar Mesak Magai.
Ia juga menegaskan pentingnya pemerataan tenaga pendidik hingga ke wilayah terpencil. Pemerintah daerah, kata dia, terus berupaya menempatkan tenaga guru agar pelayanan pendidikan dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat di berbagai distrik.
Bupati Nabire menekankan bahwa guru yang masih berusia muda diharapkan memiliki semangat pengabdian untuk bertugas di daerah terpencil, sehingga kekurangan tenaga pendidik di wilayah tersebut dapat teratasi.
“Penempatan guru harus menjawab kebutuhan masyarakat. Jika masih muda, kita harapkan siap mengabdi di wilayah terpencil agar pelayanan pendidikan benar-benar menjangkau seluruh daerah,” tegasnya.
Lebih lanjut, Bupati juga menyampaikan bahwa kehadiran ibu kota Provinsi Papua Tengah di Nabire membawa dampak positif bagi percepatan pembangunan, termasuk dalam mendukung fasilitas pendidikan milik YPK.
Ia mengapresiasi perhatian pemerintah provinsi yang telah membantu pembangunan kembali fasilitas pendidikan YPK yang sebelumnya mengalami musibah kebakaran.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Mesak Magai juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Papua Tengah atas dukungan dan perhatian terhadap pembangunan di Kabupaten Nabire, khususnya di sektor pendidikan.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten menjadi faktor penting dalam mendorong peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan, termasuk bagi sekolah-sekolah yang berada di bawah naungan Yayasan Pendidikan Kristen di Tanah Papua (YPK).
Ia menegaskan bahwa kolaborasi yang baik antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, serta masyarakat merupakan kunci utama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing di Tanah Papua.
Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap sekolah-sekolah YPK yang berada di wilayah pesisir dan kepulauan yang sulit dijangkau transportasi darat, Bupati Nabire juga mengarahkan kepada Dinas Pendidikan Dra. Dina Pidjer, M.Pd untuk mengalokasikan sembilan unit speed boat dan sembilan unit sepeda motor bagi sembilan sekolah YPK di wilayah tersebut.
Fasilitas ini diharapkan dapat membantu mobilitas guru serta menunjang aktivitas pendidikan di daerah terpencil.
Menutup sambutannya, Bupati Mesak Magai menyampaikan rasa terima kasih kepada keluarga besar YPK dan masyarakat yang telah memberikan dukungan doa kepadanya saat menjalani proses pengobatan dan operasi beberapa waktu lalu.
“Saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh keluarga besar YPK dan masyarakat yang telah mendukung saya dalam doa. Semoga kebersamaan ini terus memperkuat pelayanan pendidikan bagi generasi muda di Tanah Papua,” tutupnya.
Ibadah syukur 64 tahun YPK ini menjadi momentum refleksi atas perjalanan panjang YPK dalam membangun pendidikan di Tanah Papua, sekaligus memperkuat sinergi antara gereja, lembaga pendidikan, dan pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Nabire.
(Red)

Tinggalkan Balasan