Ketua DPW PAN Papua Tengah Deinas Geley Tegaskan Soliditas, Ketaatan pada Tuhan, dan Kesiapan Hadapi Dinamika Politik 2029
Tifacenderawasihnews. Com
Nabire, Papua Tengah | Ketua DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Provinsi Papua Tengah, Deinas Geley, S.Sos., M.Si., menyampaikan pidato penuh refleksi, spiritualitas, dan semangat persatuan dalam pertemuan bersama jajaran pengurus DPW dan delapan DPD kabupaten bertempat di Restoran Lprice Nabire Papua Tengah.

Dalam sambutannya, Deinas mengawali dengan ajakan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Ia menegaskan bahwa jabatan, kekuasaan, dan kekayaan bukanlah sesuatu yang abadi, melainkan anugerah yang harus dijalankan dengan kerendahan hati dan tanggung jawab.
“Kita boleh merencanakan banyak hal, tetapi jangan pernah mendahului Tuhan. Jika kita mengedepankan Tuhan dalam setiap langkah, maka Tuhan sendiri yang akan menuntun dan membuka jalan,” ujarnya di hadapan para Ketua DPD se-Papua Tengah, tokoh agama, serta insan pers yang hadir.
Deinas menegaskan bahwa selama empat tahun kepemimpinannya, PAN Papua Tengah tetap solid tanpa konflik internal yang berarti. Ia menyebut, kekuatan partai terletak pada kebersamaan dan komitmen untuk tidak terpecah oleh perbedaan suku maupun kepentingan.
“Kita tidak boleh lagi berbicara Dhani, Moni, Mee, atau suku lainnya. Kita adalah orang Papua yang memiliki negeri ini bersama-sama. Kalau kita terpecah, siapa yang akan menolong kita selain diri kita sendiri?” tegasnya.
Menurutnya, PAN sebagai partai berlambang matahari memiliki filosofi membawa terang bagi seluruh lapisan masyarakat—dari kampung, distrik, hingga kabupaten dan provinsi.
Terkait dinamika internal dan mekanisme penjaringan kepengurusan yang melibatkan usulan tiga nama dari setiap DPD untuk diputuskan oleh DPP, Deinas menyatakan kesiapan menerima apapun keputusan pusat.
Ia menjelaskan bahwa mekanisme tersebut berlaku secara nasional dan menjadi bagian dari aturan organisasi yang harus dihormati.
“Sebagai kader dan pemimpin partai, kita wajib menghormati keputusan pusat. Apapun hasilnya, kita terima dengan lapang dada dan tetap menjaga persatuan,” katanya.
Ia juga mengingatkan seluruh kader agar tidak terpancing emosi dalam berpolitik. Menurutnya, politik adalah proses pembelajaran dan pengabdian, bukan arena melampiaskan ambisi pribadi.
Menghadapi dinamika regulasi Pemilu 2029, Deinas mengingatkan seluruh DPD agar menyiapkan dua skenario, baik pemilihan kepala daerah melalui DPRD maupun secara langsung oleh rakyat.
Meski belum membeberkan strategi detail, ia menekankan pentingnya kerja-kerja politik yang terstruktur untuk memperkuat perolehan kursi legislatif di setiap kabupaten.
“Kita belum berbicara angka hari ini. Tapi kita harus kerja mulai sekarang. Mesin partai harus bergerak. Kerja keras kader akan menentukan masa depan partai,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Deinas juga memaparkan laporan keuangan partai secara terbuka.
Ia menjelaskan penggunaan dana untuk operasional kantor, sewa sekretariat, serta rencana pembelian tanah untuk pembangunan kantor permanen DPW PAN Papua Tengah.
Ia menegaskan bahwa seluruh pengelolaan dilakukan sesuai aturan dan prinsip akuntabilitas.
“Kita tidak bekerja untuk kepentingan pribadi, tetapi untuk membangun partai dan masa depan generasi Papua Tengah,” katanya.
Menutup sambutannya, Deinas kembali mengingatkan bahwa seluruh perencanaan politik harus disertai doa dan ketundukan kepada Tuhan.
“Kalau kita lupa Tuhan, Tuhan bisa membiarkan kita berjalan sendiri. Tetapi kalau kita mengandalkan Tuhan, Ia akan membuka jalan bagi kita,” ucapnya.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus, kader, tokoh agama, dan insan pers yang terus mendukung perjalanan PAN di Papua Tengah.
Dengan semangat kebersamaan dan keimanan, DPW PAN Papua Tengah menyatakan siap melangkah maju, menjaga soliditas, serta membesarkan partai demi kemajuan Papua Tengah ke depan.
(Red)

Tinggalkan Balasan