Dirbinmas Polda Papua Tengah. Gerakan Pangan Murah Serentak Dukung Program Presiden dan Stabilitas Harga di Papua Tengah
Tifacenderawasihnews. Com
Nabire, Papua Tengah | Direktur Pembinaan Masyarakat (Dirbinmas) Polda Papua Tengah Kombes Pol. Deni Herdiana, S.E., S.H., M.M., M.H. menegaskan bahwa pelaksanaan Gerakan Pangan Murah yang digelar di wilayah Papua Tengah merupakan bagian dari dukungan Polri terhadap program pemerintah pusat dalam menjaga ketahanan pangan serta menekan laju inflasi di daerah.

Hal tersebut disampaikan Kombes Pol. Deni Herdiana saat diwawancarai oleh sejumlah awak media usai pelaksanaan kegiatan di Nabire, Jumat (13/03/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia didampingi oleh Kapolres Nabire AKBP Samuel D. Tatiratu, S.I.K.

Deni Herdiana menjelaskan bahwa kegiatan pasar murah ini dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia atas perintah langsung dari Kapolri kepada 36 Polda jajaran.
“Bapak Kapolri telah memerintahkan seluruh jajaran Polda di Indonesia untuk melaksanakan launching kembali gerakan pasar murah. Program ini sebelumnya sempat dihentikan pada bulan Desember, dan mulai hari ini, Jumat 13 Maret, seluruh Polda dan Polres jajaran kembali melaksanakannya secara serentak,” ujarnya.
Ia mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk dukungan Polri terhadap program pemerintah, khususnya program Presiden dalam memperkuat ketahanan pangan dan menjaga stabilitas harga bahan pokok di masyarakat.
Dalam pelaksanaan Gerakan Pangan Murah di Papua Tengah, Polda Papua Tengah menyiapkan berbagai kebutuhan pokok dengan harga terjangkau bagi masyarakat.
“Untuk hari ini kami menyiapkan beras SPHP sebanyak 10 ton. Pembagiannya yaitu 8 ton untuk wilayah Nabire dan 2 ton untuk wilayah Timika. Sebenarnya kami telah menyiapkan total 15 ton, sehingga apabila stok hari ini habis, kami akan kembali menyalurkan 5 ton tambahan,” jelasnya.
Selain beras, sejumlah bahan pokok lainnya juga disediakan dalam kegiatan tersebut, di antaranya gula pasir sebanyak 650 kilogram, minyak goreng 412 liter, serta telur sebanyak 4.500 butir.
Menurut Deni, kegiatan ini juga melibatkan para distributor bahan pangan yang turut berpartisipasi dalam mendukung program ketahanan pangan bagi masyarakat.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada para distributor yang telah ikut meramaikan kegiatan ini dan mendukung ketahanan pangan bagi masyarakat. Harapannya dengan kegiatan ini, stabilitas ekonomi dapat terjaga dan inflasi di daerah dapat ditekan,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, beras SPHP dijual dengan harga Rp58.000 per kemasan 5 kilogram. Harga tersebut merupakan harga yang diambil langsung dari Bulog sehingga tetap berada di bawah harga pasar.
“Kami menjual beras SPHP seharga Rp58.000 per 5 kilogram karena kami mengambil langsung dari Bulog. Jadi kalau ada anggapan bahwa polisi berdagang beras, itu tidak benar. Polri hanya membantu mendukung program ketahanan pangan pemerintah,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini tidak hanya diperuntukkan bagi umat Muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa menjelang Hari Raya Idul Fitri, tetapi terbuka untuk seluruh masyarakat tanpa memandang latar belakang agama.
“Kegiatan ini terbuka untuk semua masyarakat, baik umat Muslim, Nasrani, Hindu maupun lainnya. Sama seperti saat menjelang Natal sebelumnya, kami juga melaksanakan kegiatan serupa. Ini adalah bentuk kepedulian Polri kepada seluruh masyarakat,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Deni Herdiana juga menyampaikan bahwa Kapolda Papua Tengah turut memberikan bantuan berupa bingkisan gratis kepada masyarakat, khususnya kepada para mama-mama yang hadir dalam kegiatan tersebut.
“Bingkisan ini merupakan perhatian langsung dari Bapak Kapolda Papua Tengah kepada masyarakat. Kurang lebih sekitar seratus mama-mama menerima bingkisan gratis tersebut. Bahkan sebelumnya beliau juga telah melakukan patroli sambil menyerahkan bantuan di beberapa titik sambil bersilaturahmi dengan masyarakat,” ungkapnya.
Di akhir keterangannya, ia mengajak seluruh masyarakat Nabire untuk terus menjaga keamanan dan ketertiban agar situasi tetap kondusif.
“Kami berharap masyarakat tetap menjaga keamanan dan ketertiban sehingga Nabire dapat menjadi contoh bagi kabupaten lain di Provinsi Papua Tengah sebagai daerah yang aman, damai, dan nyaman untuk beraktivitas,” pungkasnya.
(Red)

Tinggalkan Balasan