Kontak Tembak di Nabire, Satu Prajurit TNI Terluka Rekoset Peluru Saat Operasi Penegakan Hukum
Tifacenderawasihnews. Com
Nabire, Papua Tengah | Seorang anggota TNI dilaporkan mengalami luka akibat rekoset peluru saat terjadi kontak tembak antara aparat gabungan dan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di wilayah Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Minggu (1/2/2026).
Insiden tersebut terjadi dalam rangkaian operasi penegakan hukum yang dilaksanakan aparat keamanan untuk menjaga stabilitas keamanan di wilayah tersebut.
Dalam konferensi pers yang digelar di Mako Polres Nabire pada Senin (2/3/2026) pukul 17.00 WIT, Wakil Panglima Koops Habema, Brigjen TNI Riyanto, memaparkan kronologi peristiwa yang menyebabkan satu prajurit mengalami luka.
Brigjen TNI Riyanto menjelaskan bahwa kontak tembak terjadi saat aparat gabungan melakukan penyisiran dan penindakan terhadap sebuah kamp yang diduga menjadi basis kelompok bersenjata di wilayah Nabire.
Saat proses penguasaan lokasi berlangsung, kelompok tersebut melakukan perlawanan dengan melepaskan tembakan ke arah aparat.
“Pada saat aparat melaksanakan penyisiran dan hendak mengamankan lokasi, terjadi perlawanan bersenjata. Dalam situasi tersebut terjadi kontak tembak,” jelasnya.
Dalam kontak tembak itu, satu anggota TNI mengalami luka akibat rekoset peluru yang mengenai bagian betis kanan. Luka tersebut terjadi ketika aparat sedang melakukan manuver taktis untuk mengamankan area.
“Anggota tersebut terkena rekoset peluru di bagian betis kanan saat kontak tembak berlangsung. Namun, segera dievakuasi dan mendapatkan penanganan medis,” ujarnya.
Ia memastikan bahwa kondisi prajurit yang terluka saat ini stabil setelah mendapat perawatan intensif dari tim medis.
Selain itu, aparat gabungan berhasil menguasai kamp yang diduga menjadi tempat persembunyian kelompok tersebut serta menyita ratusan butir amunisi yang diduga milik kelompok bersenjata.
Brigjen TNI Riyanto menegaskan bahwa operasi penegakan hukum akan terus dilanjutkan guna mempersempit ruang gerak kelompok bersenjata dan menjamin keselamatan masyarakat di Papua Tengah.
“Kami berkomitmen untuk terus menjaga stabilitas keamanan dan melindungi masyarakat dari segala bentuk gangguan keamanan,” tegasnya.
(Red)

Tinggalkan Balasan