Kapolsek Nabire Kota Pimpin Olah TKP Penemuan Jenazah di Siriwo Atas KPR Nabarua, Polisi Tunggu Hasil Visum
Tifacenderawasihnews. Com
TCNews|| Nabire, Papua Tengah | Kapolsek Nabire Kota, AKP Bobhy Pratama, S.Tr.K., menyampaikan keterangan resmi terkait penemuan jenazah seorang pria di kawasan Jalan Siriwo, Siriwo Atas, KPR Nabarua, Kelurahan Sirwini, Kabupaten Nabire, Jumat pagi.

Kapolsek menjelaskan, sekitar pukul 10.00 WIT, pihaknya menerima laporan dari masyarakat mengenai adanya aroma tidak sedap yang tercium dari salah satu kamar kos di lokasi tersebut. Menindaklanjuti laporan itu, personel piket bersama Perwira Pengawas (Pawas) langsung menuju tempat kejadian perkara (TKP).

“Saya sendiri memimpin langsung pengecekan di TKP, kemudian berkoordinasi dengan Tim Inafis serta Kasat Reskrim yang turut memimpin kegiatan olah TKP,” ujar Kapolsek.
Dari hasil pengecekan, petugas menemukan seorang pria berinisial AB (53), dalam keadaan meninggal dunia. Korban diketahui berprofesi sebagai tukang dan berdomisili di Jalan Gagak, Kelurahan Sirwini, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah. Korban merupakan perantau asal Nusa Tenggara Timur (NTT).

Di lokasi kejadian, petugas menemukan sejumlah barang milik korban seperti KTP dan kartu ATM di sekitar tubuh korban. Posisi terakhir korban ditemukan berada di lorong kecil antara kamar dan dapur.
“Untuk penyebab kematian, kami masih menunggu hasil visum dari pihak medis. Penanganan lebih lanjut telah diserahkan kepada Satreskrim Polres Nabire,” jelasnya.
Berdasarkan keterangan saksi, korban diketahui tinggal seorang diri di rumah kos yang terdiri dari lima petak, namun hanya satu yang terisi, yakni kamar korban. Tiga orang saksi telah dimintai keterangan, termasuk pemilik kos dan seorang rekan korban.
Salah satu saksi, Ibu Marcella, mengaku sempat bertemu korban pada hari Selasa dan mendapati korban dalam kondisi kurang sehat. Ia bahkan sempat mengajak korban berobat ke klinik, namun saat itu klinik dalam keadaan tutup.
Keesokan harinya saksi kembali mendatangi kamar korban untuk mengajaknya berobat, namun tidak ada respons saat pintu diketuk.
Karena mengira korban pergi ke rumah keluarganya di kawasan Kalibobo, saksi dan pemilik kos tidak menaruh kecurigaan. Hingga akhirnya pada Jumat pagi tercium aroma tidak sedap dari dalam kamar dan dilaporkan ke Polsek Nabire Kota.
Kapolsek Nabire Kota mengimbau masyarakat, khususnya para perantau yang tinggal sendiri, agar lebih terbuka terhadap kondisi kesehatannya.
“Kami mengimbau kepada masyarakat, khususnya yang tinggal sendiri dan jauh dari keluarga, apabila mengalami sakit atau keluhan kesehatan, agar segera menyampaikan kepada tetangga sekitar atau melapor kepada pihak kepolisian. Hal ini untuk menghindari kejadian serupa yang baru diketahui setelah beberapa hari,” tegasnya.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih menunggu hasil visum untuk memastikan penyebab pasti kematian korban. Polisi juga masih berupaya menghubungi pihak keluarga korban.
( RED )

Tinggalkan Balasan