Reel Density Analysis Kepadatan Simbol Mahjong Ways 2 Scatter Trigger Mapping Free Spin Mahjong Ways 2 Symbol Volatility Study Pola Pembayaran Mahjong Ways 2 Grid Expansion Effect Multiplier Mahjong Ways 2 Wild Frequency Mapping Distribusi Simbol Wild Mahjong Ways 2 Cluster Formation Index Pembentukan Klaster Simbol Mahjong Ways 2 Reel Transition Pattern Mode Free Spin Mahjong Ways 2 Multiplier Growth Model Dinamika Pengali Mahjong Ways 2 Symbol Drop Probability Probabilitas Simbol Tinggi Mahjong Ways 2 Spin Cycle Observation Pola Siklus Spin Mahjong Ways 2 Analisis Pola Momentum Spin Mahjong Wins 3 Fase Potensial Pendekatan Observatif Transisi Ritme Gates of Olympus Studi Dinamika Simbol Wild Konsistensi Sesi Digital Strategi Adaptif Pola Sesi Panjang Mahjong Wins 3 Analisis Sinkronisasi Visual Ritme Gates of Olympus Membaca Pola Scatter Aktif Indikator Perubahan Fase Pendekatan Sistematis Identifikasi Stabilitas Sesi Slot Digital Peran Variasi Tempo Spin Alur Permainan Mahjong Wins 3 Analisis Perubahan Pola Simbol Momentum Gates of Olympus Studi Ritme Interaksi Simbol Dinamika Sesi Digital

TIFA CENDERAWASIH NEWS

DIPERCAYA DARI YANG TERPERCAYA

Dari Tapal Batas Nabire–Dogiyai, Bupati Mesak Magai Tunjukkan Aksi Nyata: Gereja Diresmikan, Bantuan Rp1 Miliar Disalurkan

admin |

Tifacenderawasihnews. Com

Nabire, Papua Tengah | Bupati Nabire, Mesak Magai.,S.Sos.,M.Si. melaksanakan rangkaian kegiatan pelayanan dan pembangunan di wilayah perbatasan Kabupaten Nabire dan Kabupaten Dogiyai, tepatnya di kawasan Siriwo dan Mapia II, pada Jumat, (27/03/2026)

Dok. Bupati menyerahkan bantuan sebesar Rp1 miliar untuk pembagunan Gereja Katolik Santo Petrus Ugida, Sekaligus peletakan batu pertama.

Dalam agenda tersebut, Bupati didampingi jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hadir langsung untuk melihat kondisi masyarakat sekaligus memperkuat pelayanan pemerintah di daerah terpencil.

Tuhan izinkan kita semua berada di tempat ini, di perbatasan Kabupaten Nabire dan Kabupaten Dogiyai. Kehadiran pemerintah adalah untuk memastikan masyarakat benar-benar merasakan pelayanan,” ujar Bupati Mesak Magai.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati secara resmi:

Meresmikan Gereja Jemaat Eklesia Tugomani Mapia II, Meresmikan Gereja GKII Betel Diyaikunu Mapia II, serta Melakukan peletakan batu pertama pembangunan Gereja Katolik Santo Petrus Ugida.

Selain itu, Bupati juga menyerahkan bantuan sebesar Rp1 miliar guna mendukung pembangunan sarana ibadah dan pelayanan keagamaan di wilayah tersebut.

Bupati menegaskan bahwa seluruh pembangunan yang dilakukan bukan berasal dari dana pribadi, melainkan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Nabire yang dikelola untuk kepentingan masyarakat.

Ini bukan uang pribadi saya. Ini adalah uang rakyat Nabire yang dipercayakan kepada saya. Sebagian kita alokasikan sebagai bentuk persepuluhan kepada Tuhan atas nama seluruh masyarakat,” tegasnya.

Dalam sambutannya, Bupati juga menjelaskan makna “Eklesia” yang tidak hanya dimaknai sebagai bangunan fisik, tetapi sebagai persekutuan orang-orang percaya.

Eklesia bukan gedungnya, tetapi orang-orang yang beribadah di dalamnya. Mereka yang dipanggil keluar dari kegelapan menuju terang dan kebenaran Tuhan,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa gereja memiliki peran penting dalam membangun iman dan karakter masyarakat, sementara pemerintah bertanggung jawab pada pembangunan fisik.

Pemerintah dan gereja tidak bisa dipisahkan. Gereja membangun iman, pemerintah membangun kesejahteraan,” tambahnya.

Bupati juga menyoroti kemajuan pembangunan infrastruktur, khususnya penerangan listrik yang kini telah menjangkau Kampung Ugida di Siriwo. Ia menyebut bahwa sebutan lama “Siriwo terang” Sekarang benar benar terang.

Dulu hanya disebut Siriwo terang. Hari ini itu bukan lagi mimpi, tetapi sudah nyata. Siriwo benar-benar sudah terang,” ungkapnya.

Di akhir kegiatan, Bupati menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan, termasuk tokoh masyarakat, gereja, dan para mitra.

Ia menutup dengan ungkapan syukur dan harapan agar pembangunan dan pelayanan terus berlanjut.

Kita bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Kini tidak gelap lagi, tetapi terang akan terus ada sampai Tuhan datang,” tutupnya.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini