Reel Density Analysis Kepadatan Simbol Mahjong Ways 2 Scatter Trigger Mapping Free Spin Mahjong Ways 2 Symbol Volatility Study Pola Pembayaran Mahjong Ways 2 Grid Expansion Effect Multiplier Mahjong Ways 2 Wild Frequency Mapping Distribusi Simbol Wild Mahjong Ways 2 Cluster Formation Index Pembentukan Klaster Simbol Mahjong Ways 2 Reel Transition Pattern Mode Free Spin Mahjong Ways 2 Multiplier Growth Model Dinamika Pengali Mahjong Ways 2 Symbol Drop Probability Probabilitas Simbol Tinggi Mahjong Ways 2 Spin Cycle Observation Pola Siklus Spin Mahjong Ways 2 Analisis Pola Momentum Spin Mahjong Wins 3 Fase Potensial Pendekatan Observatif Transisi Ritme Gates of Olympus Studi Dinamika Simbol Wild Konsistensi Sesi Digital Strategi Adaptif Pola Sesi Panjang Mahjong Wins 3 Analisis Sinkronisasi Visual Ritme Gates of Olympus Membaca Pola Scatter Aktif Indikator Perubahan Fase Pendekatan Sistematis Identifikasi Stabilitas Sesi Slot Digital Peran Variasi Tempo Spin Alur Permainan Mahjong Wins 3 Analisis Perubahan Pola Simbol Momentum Gates of Olympus Studi Ritme Interaksi Simbol Dinamika Sesi Digital

TIFA CENDERAWASIH NEWS

DIPERCAYA DARI YANG TERPERCAYA

Viktor Fun Resmi Buka Diskusi Publik Hari Lahir Pancasila, Tegaskan Peran Strategis Perempuan Papua Tengah dalam Menjaga Keberagaman

admin |

Tifacenderawasihnews. Com

Nabire, Papua Tengah | Pemerintah Provinsi Papua Tengah menegaskan pentingnya peran perempuan sebagai penggerak nilai-nilai Pancasila dalam menjaga persatuan dan keberagaman bangsa. Penegasan tersebut disampaikan dalam kegiatan Diskusi Publik Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 bertema “Perempuan Papua Tengah Mengamalkan Pancasila Menjaga Indonesia dalam Keberagaman” yang berlangsung di Aula RRI Nabire, Senin (1/6/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WIT tersebut secara resmi dibuka oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Provinsi Papua Tengah, Viktor Fun, S.Sos., M.Si., yang hadir mewakili Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, S.H. Pembukaan ditandai dengan pemukulan tifa bersama Ketua Persatuan Perempuan Nusantara Papua Tengah, Adriana Sahempa, sebagai simbol dimulainya diskusi publik sekaligus wujud komitmen bersama dalam menjaga nilai-nilai Pancasila dan persatuan bangsa di tengah keberagaman masyarakat Papua Tengah.

Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forkopimda Papua Tengah, pimpinan instansi vertikal, tokoh agama, tokoh adat, tokoh perempuan, tokoh pemuda, tokoh masyarakat, akademisi, insan pers, serta perwakilan Kodim yang diwakili Kapten Inf. Agus Pranoto.

Dalam sambutan Gubernur Papua Tengah yang dibacakan Viktor Fun, Pemerintah Provinsi Papua Tengah menyampaikan apresiasi kepada Persatuan Perempuan Nusantara Papua Tengah atas inisiatif menyelenggarakan kegiatan yang dinilai strategis dalam memperkuat pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai Pancasila.

Menurutnya, diskusi publik menjadi ruang penting untuk memperkuat semangat kebangsaan, persatuan, dan kerukunan di tengah keberagaman yang menjadi kekayaan bangsa Indonesia, khususnya di Papua Tengah.

Hari Lahir Pancasila bukan sekadar momentum sejarah, tetapi menjadi kesempatan bagi seluruh elemen masyarakat untuk kembali meneguhkan komitmen terhadap dasar negara yang menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” ujar Viktor Fun saat membacakan sambutan gubernur.

Ia menjelaskan bahwa nilai-nilai Pancasila yang mencakup ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial sangat relevan dengan kehidupan masyarakat Papua Tengah yang menjunjung tinggi semangat kekeluargaan, gotong royong, serta penghormatan terhadap adat dan budaya lokal.

Tema yang diangkat dalam diskusi publik tersebut dinilai memiliki makna penting karena menempatkan perempuan sebagai pilar utama dalam menjaga harmoni sosial, memperkuat persatuan, serta menanamkan nilai-nilai kebangsaan di tengah masyarakat yang majemuk.

Perempuan tidak hanya menjadi bagian dari pembangunan, tetapi juga penjaga budaya, penguat ketahanan keluarga, serta agen pemersatu yang memiliki peran strategis dalam menjaga Indonesia dalam keberagaman,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Viktor Fun juga menyoroti kontribusi nyata perempuan Papua Tengah di berbagai sektor kehidupan. Mulai dari tenaga pendidik yang mengabdi di daerah pedalaman, tenaga kesehatan yang melayani masyarakat di kampung-kampung, pelaku UMKM yang menggerakkan ekonomi keluarga, hingga aktivis sosial, aparatur pemerintah, dan pemimpin organisasi yang turut berkontribusi dalam pembangunan daerah.

Ia menegaskan bahwa perempuan memiliki peran penting dalam menanamkan nilai kejujuran, disiplin, tanggung jawab, toleransi, serta rasa hormat kepada sesama yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari pengamalan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, Papua Tengah yang terdiri dari berbagai suku, bahasa, budaya, dan latar belakang kehidupan merupakan kekayaan yang harus dijaga bersama melalui semangat persaudaraan, toleransi, dan saling menghormati. Dalam konteks tersebut, Pancasila menjadi fondasi utama dalam memperkuat persatuan dan menjaga keharmonisan sosial.

Pemerintah Provinsi Papua Tengah, lanjutnya, berkomitmen untuk terus mendorong pemberdayaan perempuan melalui berbagai program pembangunan yang berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemberdayaan ekonomi keluarga, perlindungan perempuan dan anak, serta peningkatan akses pendidikan dan layanan kesehatan.

Komitmen ini sejalan dengan arah pembangunan Papua Tengah yang menempatkan peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai salah satu prioritas utama pembangunan daerah,” tegasnya.

Dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan, Viktor Fun mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi perempuan, lembaga keagamaan, lembaga adat, dunia pendidikan, dunia usaha, dan masyarakat umum untuk terus membangun sinergi demi kemajuan Papua Tengah.

Ia berharap diskusi publik tersebut dapat melahirkan berbagai gagasan, masukan, dan rekomendasi konstruktif guna memperkuat peran perempuan dalam menjaga persatuan bangsa sekaligus mendukung pembangunan Papua Tengah yang lebih maju, inklusif, dan sejahtera.

Kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan dan semangat kebangsaan tersebut menjadi bagian dari peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 sekaligus momentum memperkuat komitmen seluruh elemen masyarakat dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila, menjaga toleransi, serta merawat persatuan dalam keberagaman demi Indonesia yang semakin kuat dan harmonis.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini