Reel Density Analysis Kepadatan Simbol Mahjong Ways 2 Scatter Trigger Mapping Free Spin Mahjong Ways 2 Symbol Volatility Study Pola Pembayaran Mahjong Ways 2 Grid Expansion Effect Multiplier Mahjong Ways 2 Wild Frequency Mapping Distribusi Simbol Wild Mahjong Ways 2 Cluster Formation Index Pembentukan Klaster Simbol Mahjong Ways 2 Reel Transition Pattern Mode Free Spin Mahjong Ways 2 Multiplier Growth Model Dinamika Pengali Mahjong Ways 2 Symbol Drop Probability Probabilitas Simbol Tinggi Mahjong Ways 2 Spin Cycle Observation Pola Siklus Spin Mahjong Ways 2 Analisis Pola Momentum Spin Mahjong Wins 3 Fase Potensial Pendekatan Observatif Transisi Ritme Gates of Olympus Studi Dinamika Simbol Wild Konsistensi Sesi Digital Strategi Adaptif Pola Sesi Panjang Mahjong Wins 3 Analisis Sinkronisasi Visual Ritme Gates of Olympus Membaca Pola Scatter Aktif Indikator Perubahan Fase Pendekatan Sistematis Identifikasi Stabilitas Sesi Slot Digital Peran Variasi Tempo Spin Alur Permainan Mahjong Wins 3 Analisis Perubahan Pola Simbol Momentum Gates of Olympus Studi Ritme Interaksi Simbol Dinamika Sesi Digital

TIFA CENDERAWASIH NEWS

DIPERCAYA DARI YANG TERPERCAYA

1,5 Tahun Menanti, Motor Hilang Akhirnya Kembali: Bukti Komitmen Polda Papua Tengah Berantas Curanmor

admin |

Tifacenderawasihnews. Com

Nabire, Papua Tengah | Raut haru tak bisa disembunyikan dari wajah Ibu Sari warga Kabupaten Nabire saat menerima kembali sepeda motor miliknya yang sempat hilang selama 1,5 tahun. Kendaraan tersebut akhirnya ditemukan dan dikembalikan oleh Polda Papua Tengah dalam pengungkapan kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

Penyerahan dilakukan secara simbolis bersama sejumlah korban lainnya di Mapolda Papua Tengah. Dalam momen itu, Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol Jermias Rontini bahkan berjanji akan memperbaiki kondisi sepeda motor milik Ibu Sari sebelum dapat digunakan kembali.

Bagi Ibu Sari, peristiwa ini menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Ia mengungkapkan, sepeda motor tersebut sempat hilang dua kali.

Pertama hilang pada saat suami dibekal, beruntungnya dua hari kemudian berhasil ditemukan. Lalu hilang lagi, dan baru 1,5 tahun kemudian ditemukan oleh polisi,” ujarnya.

Ia pun menyampaikan rasa terima kasih kepada pihak kepolisian atas kerja keras mereka.

Terima kasih pak polisi. Walau laporan kami sudah 1,5 tahun lalu, sepeda motor ini akhirnya bisa ditemukan. Terima kasih juga kepada bapak Kapolda yang akan membantu memperbaiki kendaraan ini,” katanya.

Ia mengaku akan lebih berhati-hati ke depan agar kejadian serupa tidak terulang.

Kami jadikan ini pengalaman berharga. Ke depan kami akan lebih waspada agar terhindar dari pencurian,” ujarnya.

Ibu Sari juga berharap aparat kepolisian terus meningkatkan upaya penindakan terhadap pelaku kejahatan yang dinilai meresahkan masyarakat. “Terima kasih. Gas terus pak Polisi tangkap para pelaku kriminal khususnya di Nabire. Pelaku kejahatan ini sangat meresahkan,” katanya.

Salah satu kendaraan yang dikembalikan merupakan aset milik Pemerintah Kabupaten Nabire yang diterima oleh Noikel Jeldis Marandat. Usai menerima kendaraan tersebut, Noikel menyampaikan apresiasi kepada Polda Papua Tengah dan Satreskrim Polres Nabire atas keberhasilan mengungkap kasus tersebut.

Kami dari Pemerintah Kabupaten Nabire mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada Polda Papua Tengah yang telah bersinergi bersama Satreskrim Polres Nabire dalam mengungkap kasus ini dan mengembalikan aset daerah yang sempat hilang,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol Jermias Rontini menegaskan komitmennya untuk terus menekan angka kejahatan, khususnya kasus C3 (curas, curat, dan curanmor). Ia menyebut, pihaknya akan meningkatkan langkah preventif dan represif, termasuk memperketat patroli di wilayah rawan seperti Nabire dan Mimika serta memperkuat kemampuan penyelidikan dan penyidikan.

Kami telah memerintahkan jajaran reserse kriminal untuk menindak tegas seluruh pelaku kejahatan, khususnya kasus C3,” tegasnya.

Kapolda juga mengingatkan bahwa keamanan dan ketertiban masyarakat merupakan tanggung jawab bersama. “Polri tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat. Kami mengimbau agar masyarakat lebih waspada dan segera melaporkan apabila mengetahui adanya tindak pidana,” ujarnya.

Sebatas diketahui data yang diterima dari Polda Papua Tengah, kasus curanmor mencapai 120 laporan polisi. Sebanyak 110 perkara masih dalam tahap penyelidikan, sedangkan 10 perkara telah naik ke tahap penyidikan dengan 11 tersangka berhasil diamankan. Selain itu, terdapat 9 perkara yang saat ini berada pada tahap penyidikan dan 1 perkara lainnya diselesaikan melalui restorative justice.

Dalam pengungkapan kasus tersebut, Polda Papua Tengah bersama Satreskrim jajaran Polres berhasil mengamankan 15 unit sepeda motor yang diduga merupakan hasil tindak pidana curanmor. Dari jumlah tersebut, enam unit telah diserahkan kepada pemilik sah setelah melalui proses identifikasi dan verifikasi dokumen.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini