Kepala Suku Besar Umari Apresiasi Bantuan Ternak Babi, Wujud Dukungan bagi Kesejahteraan dan Pelestarian Budaya Adat
Tifacenderawasihnews. Com
Nabire, Papua Tengah |Kepala Suku Besar Umari, Frans Yance Sadi, menerima bantuan berupa empat ekor ternak babi dari pemerintah sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat adat sekaligus pelestarian nilai-nilai budaya Papua. Penyerahan bantuan tersebut berlangsung pada Minggu (31/5/2026) di Jalan Teluk, Kelurahan Kalibobo, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire.

Dalam kesempatan tersebut, Frans Yance Sadi menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Pusat atas perhatian yang diberikan kepada masyarakat adat melalui program bantuan ternak. Menurutnya, bantuan tersebut tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga memiliki makna budaya yang penting bagi masyarakat Papua.
“Babi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sosial dan adat masyarakat Papua. Karena itu, bantuan ini bukan sekadar bantuan ekonomi, tetapi juga bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai budaya yang selama ini dijaga oleh masyarakat adat,” ujarnya.
Frans menjelaskan bahwa bantuan ternak tersebut akan dimanfaatkan sebagai modal awal untuk mengembangkan usaha peternakan keluarga sekaligus sebagai aset yang dapat mendukung berbagai kebutuhan adat di masa mendatang.
Ia berharap bantuan tersebut mampu memberikan manfaat berkelanjutan, baik bagi penerima maupun masyarakat di lingkungan sekitarnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa bantuan pemerintah hendaknya dipandang sebagai sarana untuk mendorong kemandirian ekonomi, bukan sebagai bentuk ketergantungan. Menurutnya, program bantuan yang tepat sasaran dapat menjadi pemicu tumbuhnya usaha produktif yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, Frans Yance Sadi mengajak seluruh masyarakat, khususnya warga Teluk Umari, untuk terus mendukung berbagai program pembangunan yang dilaksanakan pemerintah. Ia menilai setiap program yang dijalankan bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
Selain itu, ia juga mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menerima dan menyebarluaskan informasi. Menurutnya, sikap kritis dan selektif dalam menyaring informasi sangat penting guna mencegah penyebaran berita yang tidak benar maupun provokasi yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.
Kegiatan penyerahan bantuan berlangsung dalam suasana aman, tertib, dan penuh keakraban. Diharapkan bantuan tersebut dapat menjadi langkah nyata dalam memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat adat sekaligus mendukung pelestarian nilai-nilai budaya yang menjadi identitas masyarakat Papua.
(Red)

Tinggalkan Balasan