Tokoh Suku Moni Tegaskan Dukungan DOB Moni, Tolak Aksi Penolakan Pemekaran di Paniai
Tifacenderawasihnews. Com
Nabire, Papua Tengah | Rencana aksi mimbar bebas yang akan digelar oleh kelompok Solidaritas Mahasiswa-Mahasiswi asal Paniai di Nabire memicu respons tegas dari para tokoh masyarakat Suku Moni. Aksi tersebut diketahui membawa salah satu agenda penolakan terhadap Daerah Otonomi Baru (DOB) di Kabupaten Paniai, sementara masyarakat Suku Moni saat ini tengah memperjuangkan pembentukan DOB Kabupaten Moni.

Sikap tegas itu disampaikan dalam pertemuan warga Suku Moni yang berlangsung di Kampung Gerbang Sadu Wadio, Distrik Nabire Barat, Minggu sore (17/5/2026). Pertemuan tersebut dihadiri tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh perempuan, hingga kaum intelektual Suku Moni.

Dalam forum tersebut, para tokoh menilai pemekaran Kabupaten Moni merupakan langkah strategis untuk mempercepat pembangunan dan mengatasi ketertinggalan yang selama ini dirasakan masyarakat di wilayah timur Kabupaten Paniai.

Mereka menegaskan bahwa perjuangan DOB Moni bukan isu baru, melainkan aspirasi panjang masyarakat yang telah diperjuangkan sejak tahun 2000 atau sekitar 25 tahun terakhir.
Tokoh Pemuda Suku Moni sekaligus Koordinator Pemekaran DOB Moni Wilayah Paniai, Yudas Zonggonau, mengatakan bahwa aksi penolakan yang dilakukan sejumlah kelompok mahasiswa di Nabire, Paniai, Timika, dan Jayapura dinilai tidak relevan dengan kebutuhan masyarakat di wilayah pedalaman yang mendambakan percepatan pembangunan.
Menurutnya, DOB Moni telah memenuhi berbagai syarat administratif maupun kebutuhan sosial masyarakat, sehingga pemekaran dinilai menjadi solusi untuk meningkatkan pelayanan pemerintahan, pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.
“Pemekaran ini merupakan harapan masyarakat agar pembangunan lebih merata dan pelayanan pemerintah dapat menjangkau wilayah-wilayah yang selama ini masih tertinggal,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Suku Moni, Aten Kobogau. Ia meminta pemerintah pusat maupun pemerintah daerah agar serius memperhatikan aspirasi masyarakat Suku Moni melalui realisasi pemekaran Kabupaten Moni.
“Kami juga ingin merasakan kemajuan seperti daerah lain. Dengan adanya Kabupaten Moni, pembangunan diharapkan bisa menjangkau masyarakat yang selama ini hidup dalam keterbatasan dan keterisolasian,” kata Aten.
Ia juga mengimbau seluruh pihak agar tidak menghambat proses administrasi pemekaran yang saat ini sedang berjalan.
Sementara itu, tokoh intelektual muda Suku Moni, Tendius Zonggonau, menilai DOB Moni akan membawa dampak positif terhadap peningkatan ekonomi masyarakat dan pembukaan lapangan kerja bagi generasi muda, khususnya bagi masyarakat Suku Moni dan Suku Mee yang mendiami lima distrik di wilayah timur Paniai.
Di akhir pertemuan, para tokoh masyarakat Suku Moni meminta kelompok-kelompok yang mengatasnamakan mahasiswa untuk tidak melakukan gerakan yang berpotensi menghambat perjuangan pemekaran DOB Moni yang menurut mereka merupakan aspirasi mayoritas masyarakat di wilayah tersebut.
(Red)

Tinggalkan Balasan