Peserta Pelatihan Wasit dan Pelatih Voli Keluhkan Uang Transportasi Belum Direalisasikan, Minta Penjelasan Resmi DISPORA Papua Tengah
Tifacenderawasihnews. Com
Nabire, Papua Tengah | Sejumlah peserta pelatihan wasit dan pelatih bola voli yang diselenggarakan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Papua Tengah (DISPORA) mengeluhkan belum direalisasikannya uang transportasi dan fasilitas yang sebelumnya dijanjikan oleh panitia pelaksana. Sabtu (28/2/2026)
Menurut keterangan para peserta, sejak awal hingga berakhirnya kegiatan, pihak penyelenggara menyampaikan bahwa seluruh biaya transportasi, baik bagi peserta dari tujuh kabupaten maupun transport lokal bagi peserta dari Kabupaten Nabire, akan diganti setelah kegiatan selesai. Namun hingga kini, janji tersebut belum terealisasi.
Beberapa peserta mengaku harus menggunakan dana pribadi, bahkan meminjam uang dari kerabat dan rekan, dengan harapan biaya tersebut akan digantikan setelah dana transport dicairkan. Pelatihan yang telah berlangsung sejak November 2025 itu kini memasuki akhir Februari 2026 tanpa kepastian pembayaran.
“Kami sudah beberapa kali mendatangi kantor DISPORA Provinsi untuk menanyakan kejelasan hak kami. Jawaban yang kami terima selalu sama, yakni masih dalam proses, bahkan disebutkan sudah berada di bagian keuangan. Namun hingga sekarang belum ada realisasi,” ujar salah satu peserta.
Kekecewaan juga disampaikan oleh peserta pelatihan pelatih voli putri asal Nabire, Ibu Paula S. Pakage, serta Ibu Ance Tebay dari Kabupaten Dogiyai. Keduanya menilai kurangnya transparansi dari pihak panitia pelaksana penataran pelatih dan perwasitan voli tingkat Provinsi Papua Tengah.
Para peserta berharap pihak penanggung jawab kegiatan segera memberikan penjelasan resmi dan terbuka terkait proses pencairan dana transportasi. Mereka juga meminta adanya langkah konkret dan bertanggung jawab agar persoalan ini tidak berlarut-larut.
“Kami hanya menuntut hak kami sesuai dengan yang dijanjikan. Jika memang ada kendala administrasi atau teknis, sampaikan secara terbuka kepada peserta agar tidak menimbulkan kesan negatif,” ungkap peserta lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, para peserta masih menunggu klarifikasi dan kepastian dari pihak DISPORA Provinsi Papua Tengah terkait realisasi pembayaran uang transportasi dan fasilitas yang dijanjikan dalam kegiatan pelatihan tersebut.
(Red)

Tinggalkan Balasan