Reel Density Analysis Kepadatan Simbol Mahjong Ways 2 Scatter Trigger Mapping Free Spin Mahjong Ways 2 Symbol Volatility Study Pola Pembayaran Mahjong Ways 2 Grid Expansion Effect Multiplier Mahjong Ways 2 Wild Frequency Mapping Distribusi Simbol Wild Mahjong Ways 2 Cluster Formation Index Pembentukan Klaster Simbol Mahjong Ways 2 Reel Transition Pattern Mode Free Spin Mahjong Ways 2 Multiplier Growth Model Dinamika Pengali Mahjong Ways 2 Symbol Drop Probability Probabilitas Simbol Tinggi Mahjong Ways 2 Spin Cycle Observation Pola Siklus Spin Mahjong Ways 2 Analisis Pola Momentum Spin Mahjong Wins 3 Fase Potensial Pendekatan Observatif Transisi Ritme Gates of Olympus Studi Dinamika Simbol Wild Konsistensi Sesi Digital Strategi Adaptif Pola Sesi Panjang Mahjong Wins 3 Analisis Sinkronisasi Visual Ritme Gates of Olympus Membaca Pola Scatter Aktif Indikator Perubahan Fase Pendekatan Sistematis Identifikasi Stabilitas Sesi Slot Digital Peran Variasi Tempo Spin Alur Permainan Mahjong Wins 3 Analisis Perubahan Pola Simbol Momentum Gates of Olympus Studi Ritme Interaksi Simbol Dinamika Sesi Digital

TIFA CENDERAWASIH NEWS

DIPERCAYA DARI YANG TERPERCAYA

UMKM Jadi Penggerak Ekonomi, Pemprov Papua Tengah Percepat Pembinaan dan Penguatan Modal

admin |

Tifacenderawasihnews. Com

TCNews||Nabire, PapuaTengah|Pemerintah Provinsi Papua Tengah terus memprioritaskan penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta koperasi sebagai penggerak ekonomi daerah.

Komitmen tersebut ditegaskan oleh Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian, dan Perdagangan Provinsi Papua Tengah, Norbertus Mote, S.E., M.Si., saat diwawancarai awak media di ruang kerjanya, Selasa (27/1/2026) sekitar pukul 13.00 WIT.

Norbertus Mote mengungkapkan, jumlah koperasi di Papua Tengah secara umum mencapai sekitar 6.000 unit, yang merupakan data limpahan dari kabupaten sebelum terbentuknya provinsi. Sementara itu, koperasi yang telah diperbarui dan terdaftar melalui program nasional Koperasi Merah Putih berjumlah 1.208 koperasi.

Jika digabungkan, totalnya bisa mencapai sekitar tujuh ribuan koperasi. Namun, data ini masih perlu diperbarui karena dipastikan ada koperasi yang sudah tidak aktif,” jelasnya.

Ia menambahkan, pembinaan koperasi dilakukan secara bertahap, mulai dari pembentukan kelembagaan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia pengurus, hingga penguatan manajemen dan tata kelola keuangan.

Khusus Koperasi Merah Putih, pembinaannya telah terstruktur secara nasional, sementara koperasi yang dibentuk atas inisiatif masyarakat dibina melalui peran pemerintah kabupaten dan provinsi sesuai kewenangan masing-masing.

Selain koperasi, sektor UMKM juga menjadi fokus utama. Berdasarkan data sementara, jumlah UMKM di Papua Tengah mencapai sekitar 10.000 unit, yang bersumber dari data kementerian dan laporan dinas kabupaten.

Namun demikian, data tersebut masih akan diverifikasi ulang karena terdapat UMKM yang sudah tidak aktif maupun yang masih terus berkembang.

Inilah yang sedang kami percepat, yakni pemutakhiran data UMKM agar benar-benar akurat,” ujarnya.

Ke depan, Dinas Koperasi Provinsi Papua Tengah akan menugaskan dinas-dinas kabupaten untuk memisahkan data UMKM dan koperasi yang dikelola oleh Orang Asli Papua (OAP) dan non-OAP.

Langkah ini juga akan diperkuat melalui kerja sama dengan perbankan, khususnya dalam penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR), sehingga akses pembiayaan UMKM Papua dapat terpetakan secara jelas.

Terkait program, Norbertus Mote menyebutkan bahwa dalam beberapa tahun terakhir pihaknya fokus pada tiga program utama, yakni peningkatan kapasitas SDM, bantuan modal usaha, serta fasilitasi peralatan produksi.

Bantuan yang telah disalurkan meliputi mesin pengolahan keripik, mesin kopi, peralatan bengkel, hingga alat produksi sagu.

Sekarang tantangannya adalah bagaimana UMKM ini bisa naik kelas, terutama dari sisi pemasaran dan promosi produk,” katanya.

Ia berharap koperasi benar-benar dimanfaatkan sebagai wadah usaha bersama yang mampu meningkatkan kesejahteraan anggota.

Selain itu, masyarakat Papua, khususnya pelaku UMKM dan mama-mama Papua, didorong untuk semakin aktif dan mandiri dalam mengembangkan usaha, dengan dukungan pembinaan berkelanjutan dari pemerintah daerah.

( RED )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini