Polda Papua Tengah Gelar Rakor Operasional Tahun 2026 dan Triwulan IV Tahun 2025
Tifacenderawasihnews. Com
TCNews||Nabire, PapuaTengah|Kepolisian Daerah (Polda) Papua Tengah menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Operasional Tahun 2026 serta Analisis dan Evaluasi (ANEV) Kamtibmas Triwulan IV Tahun 2025 di Aula Wicaksana Laghawa Polres Nabire, Senin (26/1/2026).

Kegiatan ini dibuka oleh Wakapolda Papua Tengah Kombes Pol. Muhajir., S.I.K., M.H., mewakili Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol. Alfred Papare., S.I.K.
Dalam sambutannya, Kombes Pol. Muhajir menyampaikan bahwa situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Papua Tengah sepanjang tahun 2025 masih relatif dapat dikendalikan, meskipun dihadapkan pada berbagai tantangan serius.

Tantangan tersebut antara lain gangguan kelompok kriminal bersenjata (KKB) serta peningkatan kriminalitas konvensional di sejumlah wilayah hukum polres jajaran.

Berdasarkan data yang dipaparkan, pada Triwulan IV Tahun 2025 tercatat sebanyak 735 tindak pidana, meningkat 26 kasus atau 3,67 persen dibandingkan Triwulan III. Sementara itu, angka penyelesaian perkara mengalami peningkatan menjadi 53 kasus atau naik 32,08 persen.
Jenis kejahatan yang masih mendominasi meliputi pencurian kendaraan bermotor, kecelakaan lalu lintas, penganiayaan, dan pencurian biasa. Wilayah dengan jumlah kasus tertinggi berada di Polres Mimika sebanyak 367 kasus, disusul Polres Nabire dengan 306 kasus.
Di bidang lalu lintas, terjadi 135 kasus kecelakaan pada Triwulan IV 2025, meningkat hampir 10 persen dibandingkan triwulan sebelumnya. Jumlah korban meninggal dunia tercatat 20 orang, dengan kerugian material mencapai sekitar Rp498 juta.
Selain itu, sepanjang tahun 2025 juga tercatat 74 kejadian gangguan keamanan oleh KKB yang mengakibatkan 49 orang meninggal dunia dan 42 orang luka-luka, termasuk dari unsur TNI, Polri, dan masyarakat sipil.
Menghadapi kondisi tersebut, Wakapolda menegaskan bahwa pada tahun 2026 Polri akan memperkuat strategi pengamanan dengan menitikberatkan pada deteksi dini, pencegahan konflik, serta peningkatan kehadiran personel di tengah masyarakat melalui patroli dialogis, problem solving, dan optimalisasi peran Bhabinkamtibmas.
Ia juga menekankan bahwa keberhasilan Polri diukur dari dampak nyata yang dirasakan masyarakat, berupa rasa aman, pelayanan yang humanis, dan penegakan hukum yang berkeadilan.
Rakor operasional ini turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Danrem 173/PVB, jajaran TNI-Polri, pemerintah daerah, serta para tokoh terkait.
Sinergi lintas sektor tersebut dinilai penting untuk menjaga stabilitas keamanan dan mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah Papua Tengah.
( RED )

Tinggalkan Balasan