Bangunan Tourism Information Center Senilai Rp 3 .6 M Tidak di Fungsikan, Jackson Sambow: Ada Apa?
bamburuncingnews.com || Sorong, PBD – Bangunan Tourism Information Center senilai Rp 3 .6 M didalam area Bandara DEO Sorong yang tidak difungsikan oleh pihak terkait dalam hal ini Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Papua Barat mendapat perhatian dari Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Invesitagsi Negara Papua Barat Daya.
Lewat Jackson Sambow selaku ketua DPD LIN PBD sangat menyayangkan dengan keberadaan bangunan tersebut, padahal fungsi dari TIC sangat jelas untuk kemajuan kepariwisataan didaerah tersebut.

Dihubungi lewat aplikasi whatsapp Jumat, (16/01/2026) Jackson sangat menyayangkan dengan tidak difungsikannya bangunan Tourism Information Center yang dibangun menggunakan APBD Provinsi Papua Barat tersebut.
“Keberadaan gedung Tourism Information Center yang berada didalam kawasan Bandara DEO yang tidak difungsikan tentunya sangat disayangkan, mengingat kegunaan TIC sangatlah berarti bagi kemajuan kepariwisataan suatu daerah,” jelasnya.
Hal ini jelas Jackson tentunya dapat menimbulkan berbagai akibat negatif terutama dengan bangunan yang dimaksud.
“Bangunan yang tidak difungsikan dapat mengakibatkan kerusakan serta merusak keindahan dan tidak menutup kemungkinan menjadi tempat aktifitas ilegal seperti transaksi narkoba dan sejenisnya atau ada faktor lain sehingga belum difungsikan,” terang Jackson.
Untuk itu Jackson berharap pihak APH dapat menelusuri keberadaan bangunan tersebut mengapa dan ada apa sampai dengan saat ini belum difungsikan.
“Berdasarkan data dari LPSE Papua Barat Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Papua Barat TA 2022 menganggarkan Pembangunan Gedung TIC tersebut dengan Pagu Anggaran sebesar Rp 3.615.788.318,00, namun ada informasi lain yang diperoleh bahwa bangunan tersebut selesai ditahun 2019,” paparnya.
Padahal menurut Ketua DPD LIN PBD fungsi dari TIC sangat jelas.
“TIC merupakan pusat pelayanan informasi pariwisata yang menyediakan data lengkap dan akurat tentang berbagai hal yang menyangkut kepariwisataan dengan tujuan untuk membantu wisatawan dan juga sudah barang tentu sebagai bentuk promosi tentang wisata daerah tersebut dan jika TIC tidak difungsikan tentunya akan berdampak pada wisatawan dan daerah tujuan wisata,” ujarnya.
Diakhir konfirmasi Jackson berharap agar pihak APH dapat menelusuri terkait dengan anggaran pemeliharaan gedung TIC tersebut.
“Anggaran pemeliharaan gedung (TIC) bervariasi tergantung lokasi dan skala, namun pada umumnya termasuk dalam pos anggaran rutin/berkala dari Pemerintah Daerah, untuk itu saya berharap pihak APH dapat menelusuri anggaran tersebut mengingat sampai saat ini gedung TIC belum difungsikan,” pungkasnya.
(Red)

Tinggalkan Balasan