Reel Density Analysis Kepadatan Simbol Mahjong Ways 2 Scatter Trigger Mapping Free Spin Mahjong Ways 2 Symbol Volatility Study Pola Pembayaran Mahjong Ways 2 Grid Expansion Effect Multiplier Mahjong Ways 2 Wild Frequency Mapping Distribusi Simbol Wild Mahjong Ways 2 Cluster Formation Index Pembentukan Klaster Simbol Mahjong Ways 2 Reel Transition Pattern Mode Free Spin Mahjong Ways 2 Multiplier Growth Model Dinamika Pengali Mahjong Ways 2 Symbol Drop Probability Probabilitas Simbol Tinggi Mahjong Ways 2 Spin Cycle Observation Pola Siklus Spin Mahjong Ways 2 Analisis Pola Momentum Spin Mahjong Wins 3 Fase Potensial Pendekatan Observatif Transisi Ritme Gates of Olympus Studi Dinamika Simbol Wild Konsistensi Sesi Digital Strategi Adaptif Pola Sesi Panjang Mahjong Wins 3 Analisis Sinkronisasi Visual Ritme Gates of Olympus Membaca Pola Scatter Aktif Indikator Perubahan Fase Pendekatan Sistematis Identifikasi Stabilitas Sesi Slot Digital Peran Variasi Tempo Spin Alur Permainan Mahjong Wins 3 Analisis Perubahan Pola Simbol Momentum Gates of Olympus Studi Ritme Interaksi Simbol Dinamika Sesi Digital

TIFA CENDERAWASIH NEWS

DIPERCAYA DARI YANG TERPERCAYA

Grup Musik Alie dari Paniai Tampil Perdana di Festival Media Papua, Tegaskan Proses Panjang dan Identitas Komunitas

admin |

Tifacenderawasihnews. Com

TCNews || Nabire, Papua Tengah | Grup musik Alie, komunitas musik asal Inarotali, Kabupaten Paniai, akhirnya tampil di hadapan publik dalam ajang Festival Media Papua yang digelar di Provinsi Papua Tengah. Penampilan ini menjadi momen bersejarah, mengingat Alie bukanlah komunitas baru, melainkan telah melalui proses panjang namun jarang tampil di panggung terbuka.

Wakil Ketua Komunitas Anak Lahir Besar Inarotali, Berto Gobay, menegaskan bahwa kehadiran Grup Musik Alie di Festival Media Papua merupakan buah dari perjalanan panjang komunitas yang selama ini lebih banyak berkarya dalam ruang internal.

Kami bisa mengatakan bahwa Alie ini adalah proses. Alie bukan komunitas baru. Kami sudah lama ada, hanya saja selama ini hadir dalam bentuk yang berbeda dan belum pernah tampil di panggung seperti hari ini,” ujar Berto

Ia menjelaskan, Alie terbentuk sebagai komunitas, sehingga proses latihan dan pembinaan tidak dibatasi oleh waktu tertentu. Para anggota kerap berkumpul dan berlatih secara alami, menyesuaikan dengan situasi dan momentum yang ada.

Kami tidak pernah membatasi waktu latihan karena kami komunitas. Kami sering berkumpul dan berlatih, hanya saja momennya belum sampai. Hingga akhirnya kami dipanggil langsung oleh Ketua Panitia Festival Media Papua, dan itu menjadi sebuah kehormatan besar bagi kami,” tambahnya.

Berto Gobay juga menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan panitia Festival Media Papua kepada Grup Musik Alie untuk tampil di hadapan ratusan hingga ribuan insan pers dari berbagai daerah di Tanah Papua.

Ini kehormatan besar bagi kami. Bisa bernyanyi di hadapan beribu jurnalis yang hadir di Festival Media Papua merupakan pengalaman yang sangat berkesan dan tidak akan kami lupakan,” ungkapnya.

Menurutnya, penampilan perdana ini bukan sekadar panggung hiburan, tetapi menjadi ruang pembuktian bahwa komunitas musik lokal dari pedalaman Papua juga memiliki kualitas, identitas, dan nilai budaya yang patut dihargai.

Kami pulang bukan dengan rasa rugi, tetapi membawa kesan mendalam dan pengalaman berharga. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berkembang ke depan,” tutup Berto Gobay.

Grup Musik Alie berharap kehadiran mereka di Festival Media Papua dapat membuka ruang lebih luas bagi komunitas seni dan musik lokal dari berbagai kabupaten di Tanah Papua untuk terus tumbuh, dikenal, dan diapresiasi di tingkat regional maupun nasional.

( RED )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini