Reel Density Analysis Kepadatan Simbol Mahjong Ways 2 Scatter Trigger Mapping Free Spin Mahjong Ways 2 Symbol Volatility Study Pola Pembayaran Mahjong Ways 2 Grid Expansion Effect Multiplier Mahjong Ways 2 Wild Frequency Mapping Distribusi Simbol Wild Mahjong Ways 2 Cluster Formation Index Pembentukan Klaster Simbol Mahjong Ways 2 Reel Transition Pattern Mode Free Spin Mahjong Ways 2 Multiplier Growth Model Dinamika Pengali Mahjong Ways 2 Symbol Drop Probability Probabilitas Simbol Tinggi Mahjong Ways 2 Spin Cycle Observation Pola Siklus Spin Mahjong Ways 2 Analisis Pola Momentum Spin Mahjong Wins 3 Fase Potensial Pendekatan Observatif Transisi Ritme Gates of Olympus Studi Dinamika Simbol Wild Konsistensi Sesi Digital Strategi Adaptif Pola Sesi Panjang Mahjong Wins 3 Analisis Sinkronisasi Visual Ritme Gates of Olympus Membaca Pola Scatter Aktif Indikator Perubahan Fase Pendekatan Sistematis Identifikasi Stabilitas Sesi Slot Digital Peran Variasi Tempo Spin Alur Permainan Mahjong Wins 3 Analisis Perubahan Pola Simbol Momentum Gates of Olympus Studi Ritme Interaksi Simbol Dinamika Sesi Digital

TIFA CENDERAWASIH NEWS

DIPERCAYA DARI YANG TERPERCAYA

Ketua Panitia Festival Media Tegaskan Komitmen Membangun Pers Papua yang Profesional dan Inklusif

admin |

Tifacenderawasihnews. Com

TCNews || Nabire, Papua Tengah | Ketua Panitia Festival Media (Fesmed) Perdana Se-Tanah Papua, Abeth Abraham You, menyampaikan kesiapan penuh pelaksanaan Festival Media pertama yang akan digelar di Kota Nabire, Ibu Kota Provinsi Papua Tengah, pada 13–15 Januari 2026.

Abeth menjelaskan bahwa antusiasme insan pers dari seluruh Tanah Papua menunjukkan besarnya kepedulian wartawan terhadap penguatan peran media yang profesional, inklusif, dan beretika di Papua. Ratusan jurnalis dari enam provinsi di Tanah Papua telah tiba di Nabire untuk mengikuti rangkaian kegiatan festival tersebut.

Jumlah peserta yang hadir mencapai ratusan orang, terdiri dari jurnalis Orang Asli Papua (OAP) sebanyak 17 orang, jurnalis non-OAP sebanyak 23 orang, serta wartawan dari berbagai daerah di Tanah Papua,” ujar Abeth.

Ia menambahkan, kehadiran sejumlah wartawan senior menjadi energi dan spirit tersendiri bagi pelaksanaan Festival Media perdana ini. Di antaranya Wolas Kerenak, wartawan Orang Asli Papua yang pernah menjalankan tugas jurnalistik di Istana Negara Jakarta pada era 1980-an, sebuah capaian yang pada masa itu sangat sulit diraih oleh orang Papua.

Selain itu, hadir pula Dominggus Mampioper, wartawan senior yang telah berkecimpung di dunia jurnalistik sejak era 1980-an dan hingga kini aktif menulis isu lingkungan, pendidikan, serta kesehatan Papua melalui media Jubi. Sejumlah tokoh pers nasional Papua lainnya, seperti Victor Mambor, juga turut hadir memberikan dukungan langsung terhadap pelaksanaan festival ini.

Kehadiran para wartawan senior merupakan bukti nyata dukungan, kepedulian, serta partisipasi aktif terhadap pelaksanaan Festival Media ini. Mereka memberi semangat agar festival ini dapat terlaksana dengan baik dan bermakna,” katanya.

Lebih lanjut, Abeth menyampaikan bahwa Festival Media Se-Tanah Papua bertujuan untuk membekali jurnalis Papua, baik OAP maupun non-OAP, dengan keterampilan liputan investigasi, keamanan digital, pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), serta jurnalisme damai.

Selain itu, festival ini juga diarahkan untuk meningkatkan kreativitas dan kapasitas insan pers dalam pengelolaan media sosial, media arus utama, fotografi, dan videografi.

Dalam rangkaian kegiatan, festival ini akan menghadirkan pelatihan jurnalistik investigatif, talkshow peran media dalam pembangunan Papua yang membahas isu pendidikan, kesehatan, sosial-politik, hukum, HAM, serta berbagai persoalan yang sehari-hari diliput wartawan di Tanah Papua.

Tak hanya itu, Festival Media Perdana Se-Tanah Papua juga akan dimeriahkan dengan pameran foto dan video jurnalistik, yang menampilkan karya-karya terbaik wartawan dari seluruh Tanah Papua. Panitia mengundang masyarakat Provinsi Papua Tengah, khususnya warga Kabupaten Nabire, untuk datang menyaksikan langsung karya jurnalistik tersebut.

Melalui pameran ini, masyarakat dapat melihat secara langsung bagaimana wartawan Papua bekerja, berpikir, dan berkarya,” ujarnya.

Pada hari terakhir pelaksanaan, festival akan ditutup dengan Malam Penganugerahan Papua Journalist Association Award 2026, sebagai bentuk apresiasi kepada wartawan-wartawan yang telah lama berkecimpung dan berdedikasi di dunia jurnalistik Papua, sesuai kriteria dan ketentuan yang telah ditetapkan oleh panitia dan pengurus asosiasi sejak September 2025.

Festival Media Perdana Se-Tanah Papua mengusung tema “Media Profesional dan Inklusif untuk Papua yang Damai dan Bermartabat”, dengan tagline “Dari Papua Tengah, Kita Bisa Lebih Baik.” Sasaran peserta meliputi jurnalis OAP dan non-OAP, perwakilan mahasiswa, serta pelajar tingkat SMA/SMK. Seluruh narasumber dipastikan telah tiba di Kabupaten Nabire.

Pelaksanaan festival dijadwalkan berlangsung di Halaman Kantor Gubernur Provinsi Papua Tengah, dengan pembukaan resmi pada Selasa, 13 Januari 2026, pukul 15.00 WIT. Panitia mengajak masyarakat untuk hadir dan mengikuti pembukaan kegiatan tersebut.

Abeth menegaskan, panitia pelaksana memandang Festival Media Perdana Se-Tanah Papua sebagai ajang bergengsi, berwibawa, dan bersejarah, khususnya bagi dunia pers dan media di Papua. Festival ini menjadi tonggak awal yang menandai lahirnya ruang bersama bagi insan pers Papua untuk bertumbuh secara profesional.

Festival ini adalah sejarah pertama di Tanah Papua dalam bidang pers dan media. Papua Tengah telah merintis sebuah warisan penting yang diharapkan dapat diteruskan kepada anak cucu di seluruh Tanah Papua, agar ke depan festival-festival media selanjutnya dapat terus dilaksanakan,” tegasnya.

Sebagai penutup, Abeth mengajak seluruh insan pers, pemangku kepentingan, dan masyarakat luas untuk menjadikan Festival Media perdana ini sebagai pesta pengetahuan dan kreativitas yang dirayakan dengan suasana yang tenang, aman, dan damai.

Mari kita rayakan pesta perdana ini dengan penuh kebersamaan, tanggung jawab, dan semangat jurnalisme damai di Tanah Papua,” tutup Abeth.

( RED )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini