Dari Kesederhanaan Natal, Garda Kasah Merangkul ODHA dengan Kasih dan Harapan
Tifacenderawasihnews. Com
TCNews || Nabire, Papua Tengah | Momentum Natal dimaknai secara mendalam oleh Garda Kasah Relawan P4 HIV AIDS Provinsi Papua Tengah sebagai panggilan iman untuk merangkul, melindungi, dan menguatkan sesama, khususnya kelompok rentan. Mengusung tema “Segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku” (Matius 25:40), perayaan Natal berlangsung penuh kasih, sederhana, dan sarat pesan kemanusiaan.

Kegiatan perayaan Natal dan aksi kasih ini dilaksanakan di Jalan Bucen, Kompleks Kodim 1705, tepat di depan Gereja Bethania, Kelurahan Seriwini, pada Senin (29/12/2025), mulai pukul 15.00 WIT, dan berlangsung dalam suasana penuh sukacita, aman, serta kondusif.

Subtema “Menjadi Garda Terdepan dalam Kasih dan Sayang untuk Merangkul, Melindungi, dan Menguatkan Sesama” diwujudkan melalui ibadah Natal, berbagi sukacita bersama Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA), anak yatim piatu, relawan, serta muda-mudi peduli AIDS.
Dalam khotbah Natalnya, Pendeta Yeskel Ikomou menyampaikan pesan bertajuk “Natal Membawa Kedamaian, Sukacita, dan Kesederhanaan”.

Ia menegaskan bahwa kelahiran Yesus Kristus di kandang yang hina sebagai bayi kecil mengajarkan arti kesederhanaan sejati, kepekaan terhadap persoalan di sekitar, serta panggilan untuk menjadi terang dalam kasih.
Natal, menurutnya, bukan tentang kemewahan, melainkan tentang cinta kasih yang diwujudkan melalui kepedulian nyata, termasuk kepekaan terhadap persoalan kesehatan dan keterlibatan aktif dalam menekan angka penyebaran HIV/AIDS.
“Lakukan hal kecil dengan cinta yang besar, karena Yesus hadir dalam kesederhanaan, bukan kemewahan,” pesan Pendeta Yeskel.
Sementara itu, Ketua Panitia sekaligus Ketua Garda Kasah Relawan P4 HIV AIDS Provinsi Papua Tengah, Paula S. Pakage, dalam sambutannya menyampaikan bahwa menjadi relawan kemanusiaan bukanlah perkara mudah.
Perjalanan panjang penuh tantangan, suka dan duka, telah dilalui dengan satu keyakinan bahwa pelayanan dan senyum pasien adalah kekuatan yang tak ternilai.
“Sebagai relawan, kami belajar bahwa melayani sesama sama dengan melayani Tuhan. Yesus datang ke dunia untuk melayani, bukan untuk dilayani. Itulah dasar pelayanan kami,” ujarnya.
Paula juga mengajak seluruh ODHA untuk menghadirkan Yesus dalam hati, menerima kondisi bukan sebagai hukuman, melainkan sebagai jalan yang Tuhan izinkan agar dapat menjadi kekuatan dan pengharapan bagi sesama. Kepada relawan dan muda-mudi peduli AIDS, ia berpesan agar terus melayani dengan prinsip, integritas, dan kerja tanpa syarat.
“Terima kasih karena selama bertahun-tahun kita bersama turun ke rumah-rumah, pemukiman warga, hingga titik-titik pergaulan. Walau tanpa upah, kalian tetap setia. Pahala kita bukan di bumi, melainkan di akhirat,” ungkapnya.
Di pertengahan acara, dilakukan pemberkatan pondasi Rumah Bina yang telah dirintis sejak tahun 2019. Rumah Bina ini akan menjadi pusat pembinaan bagi ODHA, muda-mudi peduli AIDS, relawan, serta berbagai aktivitas kemanusiaan yang selama ini masih menggunakan sekretariat sementara.
Pemberkatan dipimpin langsung oleh Pendeta Yeskel Ikomou, disertai doa agar rumah tersebut menjadi tempat pemulihan, penguatan iman, dan kasih bagi semua yang dilayani.
Acara ditutup dengan perayaan ulang tahun anak kembar dari Paula S. Pakage, yang dirangkai dengan berbagi kasih dan sukacita Natal bersama seluruh peserta. Kegiatan berlangsung aman, tertib, dan penuh kekeluargaan, serta turut dihadiri keluarga besar Paula yang selama ini setia mendukung pergerakan Garda Kasah sebagai pejuang kemanusiaan di Papua Tengah.
Perayaan Natal ini menjadi penegasan bahwa kasih sejati tidak berhenti pada kata-kata, melainkan hadir dalam tindakan nyata untuk sesama, terutama mereka yang paling membutuhkan.
( RED )

Tinggalkan Balasan