Festival Musik dan Tari Tradisional Papua di Taman Gisi, Panitia Dorong Penguatan Budaya Lokal di Daerah DOB
Tifacenderawasihnews. Com
TCNews || Nabire, Papua Tengah | Festival Musik dan Tari Tradisional Papua yang digelar di Taman Gisi pada Sabtu (20/12/2025) berlangsung meriah dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Kegiatan ini menjadi wadah pembinaan seni budaya sekaligus upaya memperkuat identitas budaya Papua, khususnya di wilayah Daerah Otonomi Baru (DOB).

Ketua Panitia Festival Musik dan Tari Tradisional Papua, Paulus A. Sayori, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa festival ini merupakan bagian dari program pembinaan melalui Sekolah Musik dan Tari yang mendapat dukungan pemerintah daerah.

“Kami mengucapkan terima kasih atas waktu dan kesempatan yang diberikan. Kegiatan ini terlaksana dengan baik berkat dukungan semua pihak. Festival ini kami rancang sebagai ruang positif bagi generasi muda untuk menyalurkan bakat seni dan mencintai budaya sendiri,” ujar Paulus.

Ia menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan dilaksanakan sejak pukul 09.00 WIT dengan pembukaan acara, dilanjutkan penilaian pada pukul 10.00 hingga 12.00 WIT. Dalam festival tersebut digelar berbagai perlombaan musik dan tari tradisional, termasuk kategori berdasarkan materi pembelajaran.
Paulus berharap, ke depan kegiatan serupa dapat terus ditingkatkan kualitasnya dan menjangkau lebih banyak peserta, terutama generasi muda Papua.
Sementara itu, Sekretaris Panitia Festival Musik dan Tari Tradisional Papua, Firmansyah Djumati, menyampaikan bahwa dirinya bersama tim sekretariat selalu mendukung penuh setiap program yang dijalankan oleh ketua panitia.
“Saya selaku sekretaris panitia sangat mensupport seluruh program yang dilaksanakan Ketua Panitia. Panitia ini terbentuk melalui Organisasi Barisan Merah Putih, dan kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada DPP, DPD, DPC BMP RI, serta seluruh unsur pendukung,” ungkap Firmansyah.
Ia menambahkan, pelaksanaan festival pada 20 Desember 2025 menjadi momentum penting karena mampu mengajak masyarakat umum untuk terlibat langsung dalam kegiatan budaya.
“Dengan adanya kegiatan yang digagas Barisan Merah Putih ini, masyarakat bisa belajar dan mengambil bagian dalam pelestarian budaya. Budaya adalah tradisi yang harus terus kita kembangkan agar menjadi kekuatan bagi daerah Papua,” katanya.
Firmansyah juga mengajak para seniman dan sanggar seni untuk mempersiapkan diri dengan lebih baik pada kegiatan-kegiatan selanjutnya.
“Kami berharap ke depan para seniman dan sanggar bisa menyiapkan peserta dengan lebih matang, baik mental maupun kualitas penampilan, seperti tari Yosim dan fashion show. Kita membutuhkan hiburan yang mendidik, terlebih di daerah DOB yang baru berkembang,” tutupnya.
Festival ini diharapkan menjadi agenda berkelanjutan dalam rangka menjaga, melestarikan, dan mengembangkan seni budaya Papua, sekaligus membina generasi muda agar terhindar dari pengaruh negatif dan tetap berakar pada nilai-nilai budaya lokal.
( RED )

Tinggalkan Balasan