Reel Density Analysis Kepadatan Simbol Mahjong Ways 2 Scatter Trigger Mapping Free Spin Mahjong Ways 2 Symbol Volatility Study Pola Pembayaran Mahjong Ways 2 Grid Expansion Effect Multiplier Mahjong Ways 2 Wild Frequency Mapping Distribusi Simbol Wild Mahjong Ways 2 Cluster Formation Index Pembentukan Klaster Simbol Mahjong Ways 2 Reel Transition Pattern Mode Free Spin Mahjong Ways 2 Multiplier Growth Model Dinamika Pengali Mahjong Ways 2 Symbol Drop Probability Probabilitas Simbol Tinggi Mahjong Ways 2 Spin Cycle Observation Pola Siklus Spin Mahjong Ways 2 Analisis Pola Momentum Spin Mahjong Wins 3 Fase Potensial Pendekatan Observatif Transisi Ritme Gates of Olympus Studi Dinamika Simbol Wild Konsistensi Sesi Digital Strategi Adaptif Pola Sesi Panjang Mahjong Wins 3 Analisis Sinkronisasi Visual Ritme Gates of Olympus Membaca Pola Scatter Aktif Indikator Perubahan Fase Pendekatan Sistematis Identifikasi Stabilitas Sesi Slot Digital Peran Variasi Tempo Spin Alur Permainan Mahjong Wins 3 Analisis Perubahan Pola Simbol Momentum Gates of Olympus Studi Ritme Interaksi Simbol Dinamika Sesi Digital

TIFA CENDERAWASIH NEWS

DIPERCAYA DARI YANG TERPERCAYA

Jemaat GKIP Pos Pi Elim Sanoba Harap Perhatian Pemerintah: Fasilitas Gereja Masih Minim menjelang Natal 2025

admin |

Tifacenderawasihnews. Com

TCNews || Nabire, Papua Tengah| Jemaat Gereja Kristen Injili Papua (GKIP) Pos Pi Elim Sanoba belakang Denzipur kembali menyuarakan kebutuhan mendesak akan perhatian pemerintah terhadap kondisi fasilitas gereja mereka yang masih sangat terbatas. Hal ini disampaikan oleh Martinus Boduro, Ketua Majelis Gereja sekaligus Kepala Suku Payu se-Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, saat diwawancarai media bertepatan dengan kegiatan penanaman pohon di lingkungan gereja oleh para pemuda dari Komunitas Pecinta Alam, Jumat, ( 21/11/2025 )

Dok. Tampak gereja dari depan

Kegiatan penanaman pohon tersebut merupakan langkah penghijauan sekaligus bentuk kepedulian generasi muda terhadap lingkungan dan rumah ibadah mereka.

Dalam wawancara, Martinus menjelaskan bahwa sejumlah bangunan gereja—termasuk rumah pastori—masih belum selesai dan belum dapat difungsikan sebagaimana mestinya.

Rumah pastori itu belum selesai, sehingga sementara ini belum bisa digunakan. Kami bersyukur Tuhan memberi kekuatan, tetapi kami benar-benar membutuhkan dukungan,” ujar Martinus.

Ia menambahkan bahwa jemaat GKIP El Siom Sanoba terdiri dari tiga suku, yakni Suku Payu, Suku Mamberamo, dan Suku Mee. Upaya penggalangan dana secara mandiri, termasuk kegiatan jual hasil kebun sudah dilakukan, namun hasilnya belum mampu menutupi kebutuhan pembangunan gereja.

meminta dukungan pemerintah, Martinus mengatakan bahwa pada saat peresmian gereja memang hadir perwakilan dari pemerintah kabupaten, yang memberikan bantuan berupa pakaian bagi jemaat. Namun hingga kini belum ada tindak lanjut dalam bentuk dukungan pembangunan fasilitas gereja.

Dengan perayaan Natal yang tinggal sebulan lagi, ia berharap pemerintah daerah, pemerintah provinsi, dan Kementerian Agama Kabupaten Nabire dapat memberikan perhatian lebih.

Kami berharap pemerintah bisa melihat langsung kondisi gereja ini dan membantu kami, terutama menjelang Natal. Masih banyak fasilitas gereja yang sangat kami butuhkan,” tegas Martinus Boduro.

Kegiatan penanaman pohon tersebut menjadi simbol harapan bahwa kepedulian berbagai pihak dapat memberikan perubahan positif bagi rumah ibadah mereka. Jemaat berharap dukungan pemerintah dapat segera terwujud demi kenyamanan ibadah dan pelayanan bagi masyarakat di kawasan Sanoba.

( RED )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini