Jemaat GKIP Pos Pi Elim Sanoba Harap Perhatian Pemerintah: Fasilitas Gereja Masih Minim menjelang Natal 2025
Tifacenderawasihnews. Com
TCNews || Nabire, Papua Tengah| Jemaat Gereja Kristen Injili Papua (GKIP) Pos Pi Elim Sanoba belakang Denzipur kembali menyuarakan kebutuhan mendesak akan perhatian pemerintah terhadap kondisi fasilitas gereja mereka yang masih sangat terbatas. Hal ini disampaikan oleh Martinus Boduro, Ketua Majelis Gereja sekaligus Kepala Suku Payu se-Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, saat diwawancarai media bertepatan dengan kegiatan penanaman pohon di lingkungan gereja oleh para pemuda dari Komunitas Pecinta Alam, Jumat, ( 21/11/2025 )

Kegiatan penanaman pohon tersebut merupakan langkah penghijauan sekaligus bentuk kepedulian generasi muda terhadap lingkungan dan rumah ibadah mereka.
Dalam wawancara, Martinus menjelaskan bahwa sejumlah bangunan gereja—termasuk rumah pastori—masih belum selesai dan belum dapat difungsikan sebagaimana mestinya.
“Rumah pastori itu belum selesai, sehingga sementara ini belum bisa digunakan. Kami bersyukur Tuhan memberi kekuatan, tetapi kami benar-benar membutuhkan dukungan,” ujar Martinus.
Ia menambahkan bahwa jemaat GKIP El Siom Sanoba terdiri dari tiga suku, yakni Suku Payu, Suku Mamberamo, dan Suku Mee. Upaya penggalangan dana secara mandiri, termasuk kegiatan jual hasil kebun sudah dilakukan, namun hasilnya belum mampu menutupi kebutuhan pembangunan gereja.
meminta dukungan pemerintah, Martinus mengatakan bahwa pada saat peresmian gereja memang hadir perwakilan dari pemerintah kabupaten, yang memberikan bantuan berupa pakaian bagi jemaat. Namun hingga kini belum ada tindak lanjut dalam bentuk dukungan pembangunan fasilitas gereja.
Dengan perayaan Natal yang tinggal sebulan lagi, ia berharap pemerintah daerah, pemerintah provinsi, dan Kementerian Agama Kabupaten Nabire dapat memberikan perhatian lebih.
“Kami berharap pemerintah bisa melihat langsung kondisi gereja ini dan membantu kami, terutama menjelang Natal. Masih banyak fasilitas gereja yang sangat kami butuhkan,” tegas Martinus Boduro.
Kegiatan penanaman pohon tersebut menjadi simbol harapan bahwa kepedulian berbagai pihak dapat memberikan perubahan positif bagi rumah ibadah mereka. Jemaat berharap dukungan pemerintah dapat segera terwujud demi kenyamanan ibadah dan pelayanan bagi masyarakat di kawasan Sanoba.
( RED )

Tinggalkan Balasan