Reel Density Analysis Kepadatan Simbol Mahjong Ways 2 Scatter Trigger Mapping Free Spin Mahjong Ways 2 Symbol Volatility Study Pola Pembayaran Mahjong Ways 2 Grid Expansion Effect Multiplier Mahjong Ways 2 Wild Frequency Mapping Distribusi Simbol Wild Mahjong Ways 2 Cluster Formation Index Pembentukan Klaster Simbol Mahjong Ways 2 Reel Transition Pattern Mode Free Spin Mahjong Ways 2 Multiplier Growth Model Dinamika Pengali Mahjong Ways 2 Symbol Drop Probability Probabilitas Simbol Tinggi Mahjong Ways 2 Spin Cycle Observation Pola Siklus Spin Mahjong Ways 2 Analisis Pola Momentum Spin Mahjong Wins 3 Fase Potensial Pendekatan Observatif Transisi Ritme Gates of Olympus Studi Dinamika Simbol Wild Konsistensi Sesi Digital Strategi Adaptif Pola Sesi Panjang Mahjong Wins 3 Analisis Sinkronisasi Visual Ritme Gates of Olympus Membaca Pola Scatter Aktif Indikator Perubahan Fase Pendekatan Sistematis Identifikasi Stabilitas Sesi Slot Digital Peran Variasi Tempo Spin Alur Permainan Mahjong Wins 3 Analisis Perubahan Pola Simbol Momentum Gates of Olympus Studi Ritme Interaksi Simbol Dinamika Sesi Digital

TIFA CENDERAWASIH NEWS

DIPERCAYA DARI YANG TERPERCAYA

Martinus Pigai Serukan, Presiden RI Angkat Frans Pigome  Figur OAP Kompeten Sebagai Presiden Direktur PT Freeport Indonesia

admin |

 

TCNews|| Paniai – Tokoh pemuda sekaligus intelektual senior Kabupaten Paniai, Martinus Pigai, menyerukan agar Presiden Republik Indonesia memberikan kesempatan kepada Orang Asli Papua (OAP) untuk menduduki jabatan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia.

Dalam keterangannya kepada media, Martinus menegaskan bahwa selama hampir lima dekade PT Freeport beroperasi di Tanah Papua, belum pernah ada satu pun orang asli Papua yang dipercaya memimpin perusahaan tambang raksasa tersebut. Menurutnya, momentum penetapan Presiden Direktur yang baru adalah saat yang tepat untuk mencatat sejarah baru.

“Sudah hampir 50 tahun PT Freeport beroperasi di Papua, dan belum pernah satu pun orang asli Papua dipercaya menjadi Presiden Direktur. Ini saatnya pemerintah menunjukkan keberpihakan yang nyata dengan memberikan kepercayaan itu kepada putra terbaik Papua,” tegas Martinus Pigai di Paniai, Senin (9/11/2025).

Martinus menilai, orang asli Papua kini telah siap, baik secara kompetensi maupun secara sosial dan budaya, untuk memimpin PT Freeport Indonesia. Ia mencontohkan Frans Pigome, yang saat ini menjabat sebagai Vice President di lingkungan PT Freeport Indonesia, sebagai figur yang paling layak menduduki posisi tersebut.

“Dari sisi kompetensi, Bapak Frans Pigome sudah memenuhi kualifikasi dan memiliki pengalaman yang mumpuni. Dari sisi sosial dan psikologis, beliau juga merupakan representasi dari tujuh suku di wilayah operasi Freeport, sekaligus simbol keterwakilan seluruh orang asli Papua,” jelas Martinus.

Ia menambahkan, penunjukan orang asli Papua sebagai Presiden Direktur akan menjadi langkah strategis dan simbolis yang mampu memperkuat rasa memiliki masyarakat Papua terhadap Freeport, sekaligus mengurangi jarak sosial dan psikologis antara perusahaan dengan pemilik hak ulayat di wilayah tambang.

“Jika kepercayaan ini diberikan, orang asli Papua akan memandang Freeport sebagai bagian dari kehidupan mereka sendiri, bukan entitas asing yang beroperasi di tanah mereka,” ujarnya.

Tokoh pemuda ini juga menekankan bahwa langkah tersebut akan menjadi bukti nyata pemberdayaan sumber daya manusia Papua yang selama ini telah memberikan kontribusi besar bagi negara. Ia berharap Presiden RI berani mengambil keputusan bersejarah dengan menunjuk orang asli Papua sebagai pucuk pimpinan Freeport.

“Kami percaya, dengan memberikan kepercayaan kepada orang asli Papua, maka kontribusi yang diberikan bukan hanya dari sumber daya alam, tetapi juga dari sumber daya manusia yang kini sudah siap dan kompeten,” tegasnya.

Martinus Pigai menyampaikan pandangan ini atas nama tokoh pemuda dan intelektual Papua sebagai bentuk aspirasi masyarakat serta generasi muda yang mendambakan keadilan dan kesempatan yang setara bagi putra-putri Papua.

“Kami berharap Bapak Presiden mempertimbangkan usulan ini dengan bijak. Ini bukan hanya soal jabatan, tetapi tentang kepercayaan dan keadilan bagi orang asli Papua,” tutupnya.

Penulis: Jeri P.Degei

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini