Reel Density Analysis Kepadatan Simbol Mahjong Ways 2 Scatter Trigger Mapping Free Spin Mahjong Ways 2 Symbol Volatility Study Pola Pembayaran Mahjong Ways 2 Grid Expansion Effect Multiplier Mahjong Ways 2 Wild Frequency Mapping Distribusi Simbol Wild Mahjong Ways 2 Cluster Formation Index Pembentukan Klaster Simbol Mahjong Ways 2 Reel Transition Pattern Mode Free Spin Mahjong Ways 2 Multiplier Growth Model Dinamika Pengali Mahjong Ways 2 Symbol Drop Probability Probabilitas Simbol Tinggi Mahjong Ways 2 Spin Cycle Observation Pola Siklus Spin Mahjong Ways 2 Analisis Pola Momentum Spin Mahjong Wins 3 Fase Potensial Pendekatan Observatif Transisi Ritme Gates of Olympus Studi Dinamika Simbol Wild Konsistensi Sesi Digital Strategi Adaptif Pola Sesi Panjang Mahjong Wins 3 Analisis Sinkronisasi Visual Ritme Gates of Olympus Membaca Pola Scatter Aktif Indikator Perubahan Fase Pendekatan Sistematis Identifikasi Stabilitas Sesi Slot Digital Peran Variasi Tempo Spin Alur Permainan Mahjong Wins 3 Analisis Perubahan Pola Simbol Momentum Gates of Olympus Studi Ritme Interaksi Simbol Dinamika Sesi Digital

TIFA CENDERAWASIH NEWS

DIPERCAYA DARI YANG TERPERCAYA

LMND Desak KPK Ungkap Tuntas Dugaan Suap Dua Senator DPD RI NTB

admin |

 

TCNews|| Mataram – Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera memberikan kepastian hukum terkait dugaan kasus suap yang menyeret dua anggota DPD RI asal Nusa Tenggara Barat (NTB), yakni H. Muh. Rifki Farabi dan Mirah Midadan Fahmid. Hingga awal November ini, LMND menilai belum ada perkembangan berarti dalam penanganan laporan tersebut. 5 November 2025

Pengurus Pusat LMND, Juwaedin, SH., menyatakan keterlambatan proses penyelidikan dapat menurunkan tingkat kepercayaan publik terhadap komitmen lembaga negara dalam menjaga integritas politik.

“Ketika sebuah laporan menyangkut pejabat yang mewakili daerah, setiap kelambatan proses penegakan hukum dapat berimplikasi pada menurunnya kepercayaan publik. KPK perlu memastikan tahapan penyelidikan berjalan tanpa pengecualian jabatan apa pun,” ujar Juwaedin, Minggu (2/11/2025).

Ia menegaskan, apabila para senator merasa tidak terlibat, maka membuka proses hukum secara transparan merupakan langkah paling tepat.

“Apabila para senator merasa tidak terlibat, penyelesaian melalui proses hukum terbuka merupakan cara yang paling tepat. Diam bukan jawaban bagi publik,” lanjutnya.

Juwaedin juga menyoroti belum adanya klarifikasi dari kedua senator tersebut. Menurutnya, sebagai lembaga perwakilan daerah, DPD RI semestinya memberi contoh dalam menjaga etika politik.

“Kami mendorong kedua senator untuk menyampaikan keterangan resminya kepada publik. Tanggung jawab jabatan menuntut transparansi, bukan menghindar dari pertanyaan yang berkaitan dengan dugaan pelanggaran etik,” katanya.

*Dukungan Gerakan Pemuda*

Desakan penuntasan kasus ini turut mendapat dukungan dari berbagai kalangan muda di sejumlah daerah. Aktivis muda nasional Muhammad Fithrat Irfan disebut menjadi salah satu figur pemuda yang konsisten menyuarakan agenda pemberantasan korupsi.

Ia menyebut gerakan antikorupsi harus menjadi kesadaran kolektif nasional.

“Ini adalah langkah besar bangsa dan wujud kepedulian pemuda terhadap kondisi negara yang sangat memprihatinkan. Korupsi adalah musuh kita bersama yang harus kita lawan, karena memiskinkan rakyat Indonesia,” ucapnya.

Fithrat Irfan mengaku mendapat dukungan pemuda dari beberapa provinsi, termasuk Kalimantan Selatan, NTB, dan Jambi. Ia berharap gerakan tersebut dapat menyatu menjadi kekuatan nasional.

“Seraya membangun kesadaran kolektif pemuda-pemudi Indonesia, kami menunggu gerakan pemuda lainnya dari 38 provinsi yang ada di Indonesia. Sambung menyambung menjadi satu gerakan yang solid, itulah Indonesia,” katanya.

Ia juga menilai masih banyak kasus dugaan korupsi yang belum diselesaikan KPK. “Mulai dari korupsi Dana Haji, korupsi suap pemilihan pimpinan DPD RI yang melibatkan 95 senator, hingga korupsi proyek Kereta Whoosh,” ujarnya.

*Belum Ada Tanggapan*

Hingga berita ini diterbitkan, kedua senator yang disebut dalam laporan tersebut belum memberikan tanggapan atas permintaan klarifikasi dari media terkait perkembangan kasus yang dimaksud.

Narasumber: M. Fithrat Irfan

Pewarta : Fadly

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini