Reel Density Analysis Kepadatan Simbol Mahjong Ways 2 Scatter Trigger Mapping Free Spin Mahjong Ways 2 Symbol Volatility Study Pola Pembayaran Mahjong Ways 2 Grid Expansion Effect Multiplier Mahjong Ways 2 Wild Frequency Mapping Distribusi Simbol Wild Mahjong Ways 2 Cluster Formation Index Pembentukan Klaster Simbol Mahjong Ways 2 Reel Transition Pattern Mode Free Spin Mahjong Ways 2 Multiplier Growth Model Dinamika Pengali Mahjong Ways 2 Symbol Drop Probability Probabilitas Simbol Tinggi Mahjong Ways 2 Spin Cycle Observation Pola Siklus Spin Mahjong Ways 2 Analisis Pola Momentum Spin Mahjong Wins 3 Fase Potensial Pendekatan Observatif Transisi Ritme Gates of Olympus Studi Dinamika Simbol Wild Konsistensi Sesi Digital Strategi Adaptif Pola Sesi Panjang Mahjong Wins 3 Analisis Sinkronisasi Visual Ritme Gates of Olympus Membaca Pola Scatter Aktif Indikator Perubahan Fase Pendekatan Sistematis Identifikasi Stabilitas Sesi Slot Digital Peran Variasi Tempo Spin Alur Permainan Mahjong Wins 3 Analisis Perubahan Pola Simbol Momentum Gates of Olympus Studi Ritme Interaksi Simbol Dinamika Sesi Digital

TIFA CENDERAWASIH NEWS

DIPERCAYA DARI YANG TERPERCAYA

Secara Simbolis, Pemkab Deiyai Bayar Ganti Rugi Lahan TPS dan Lokasi Pembangunan Sekretariat Komsop

admin |

Tifacenderawasihnews. Com

TCNews || DEIYAI – Pemerintah Kabupaten Deiyai melalui Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup menyerahkan uang ganti rugi pembebasan lahan untuk dijadikan tempat pembuangan sampah sementara (TPS) serta Pemkab Deiyai juga telah pengadaan lahan untuk pembangunan Sekretariat Komunitas Sopir Mee Yoka (Komsop) di Deiyai.

Pantauan media ini, Kamis, 23 Oktober 2035. Pemilik lahan yang dijadikan TPS telah menerima uang ganti rugi sebesar Rp. 1.500.000.000 (Satu Milyar Lima Ratus Juta) sedangkan pemilik lokasi pembangunan Sekretariat Komsop menerima Rp. 260.000.000 (Dua Ratus Enam Puluh Juta Rupiah). Keduanya secara simbolis telah diserahkan oleh Bupati Deiyai Melkianus Mote, ST dan turut disaksikan oleh semua unsur keterwakilan dari masyarakat Deiyai.

Dalam sambutannya Bupati Mote menyampaikan bahwa, sebelumnya pihaknya kesulitan cari lahan untuk dijadikan tempat pembuangan sampah.

Selama ini kami cari lokasi jadikan TPS namun kami kesulitan, Terimakasih masyarakat Kotuai yang yang telah melepaskan lahan untuk dijadikan TPS. saya mau kasitau kepada semua masyarakat bahwa, Ini bukan tempat pembuangan akhir tapi ini hanya untuk sementara, nanti setahun atau dua tahun saja setelah itu kami akan alih fungsi untuk bangun sekolah atau bangun Kantor balai pemerintahan Kampung dan kami akan mekarkan Kampung Kotuai,” tuturnya

Pihaknya juga beritahu bahwa jika ada masyarakat yang mau lepas lahan untuk dijadikan Tempat Pembuangan Akhir atau TPA nanti boleh Konfirmasi kepada dinas Kebersihan dan linkungan Hidup.

Apalagi ada masyarakat yang mau lepas lokasi untuk dijadikan tempat pembuangan akhir maka boleh menyampaikan kepada OPD terkait nanti kami pemerintah siap bayar lahannya, ” ujarnya.

Bupati Mote juga berkomitmen, nantinya tenaga kerja di TPA akan diutamakan bagi pemilik lahan. “Tenaga kebersihan, kami pemerintah akan prioritaskan bagi putra/I pemilik disekitar TPS maka siapkan tenaga TPS, ” Tuturnya

Kemudian Sosok Ketua Asosiasi Bupati Papua Tengah telah menyatakan akan mendorong mendukung sopir Deiyai dengan membangun Sekretariat bagi Sopir Meeyoka di Deiyai.

Dengan pengadaan lahan maka akan membangunan Sekretariat untuk Sopir di Deiyai agar sopir Mee Yoka juga bisa bangun Bengkel Mobil sendiri dan mampu bersaing dengan daerah lainnya serta mereka juga akan melayani masyarakat kita juga, ” tuturnya.

( RED )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini