Reel Density Analysis Kepadatan Simbol Mahjong Ways 2 Scatter Trigger Mapping Free Spin Mahjong Ways 2 Symbol Volatility Study Pola Pembayaran Mahjong Ways 2 Grid Expansion Effect Multiplier Mahjong Ways 2 Wild Frequency Mapping Distribusi Simbol Wild Mahjong Ways 2 Cluster Formation Index Pembentukan Klaster Simbol Mahjong Ways 2 Reel Transition Pattern Mode Free Spin Mahjong Ways 2 Multiplier Growth Model Dinamika Pengali Mahjong Ways 2 Symbol Drop Probability Probabilitas Simbol Tinggi Mahjong Ways 2 Spin Cycle Observation Pola Siklus Spin Mahjong Ways 2 Analisis Pola Momentum Spin Mahjong Wins 3 Fase Potensial Pendekatan Observatif Transisi Ritme Gates of Olympus Studi Dinamika Simbol Wild Konsistensi Sesi Digital Strategi Adaptif Pola Sesi Panjang Mahjong Wins 3 Analisis Sinkronisasi Visual Ritme Gates of Olympus Membaca Pola Scatter Aktif Indikator Perubahan Fase Pendekatan Sistematis Identifikasi Stabilitas Sesi Slot Digital Peran Variasi Tempo Spin Alur Permainan Mahjong Wins 3 Analisis Perubahan Pola Simbol Momentum Gates of Olympus Studi Ritme Interaksi Simbol Dinamika Sesi Digital

TIFA CENDERAWASIH NEWS

DIPERCAYA DARI YANG TERPERCAYA

Aksi Penembakan Diduga Oleh KKB, Mengganggu Situasi Keamanan di Nabire, Ini Penjelasan Kapolres

admin |

 

TCNews|| Nabire, Papua Tengah – Situasi Keamanan di Nabire Sempat Terganggu adanya Serangan diduga dari Pihak Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), diduga dibawah komando Aibon Kogoya. Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat, (17/10/2025), sekitar pukul 09.30 WIT, di Km 17–18 Jalan Trans Nabire–Enarotali, Distrik Uwapa, Kabupaten Nabire.

Kapolres Nabire AKBP Samuel D. Tatiratu, S.I.K., dalam keterangan resmi mengungkapkan fakta-fakta penting terkait kronologi dan jumlah korban, serta langkah cepat yang diambil oleh jajaran kepolisian untuk mengamankan situasi pasca kejadian.

“Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara serta keterangan saksi-saksi, bahwa penyerangan ini diduga kuat dilakukan oleh kelompok bersenjata di bawah pimpinan Aibon Kogoya. Dalam insiden ini, sembilan orang menjadi korban, lima di antaranya warga sipil dan empat lainnya merupakan anggota Polri,” terang Kapolres Nabire.

Menurut Kapolres, penyerangan bermula saat rombongan pegawai Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Nabire melakukan perjalanan dinas menuju wilayah Topo untuk memeriksa pekerjaan jalan di area SP4, pada Sekitar pukul 09.30 WIT, ketika kendaraan rombongan melintas di Km 20 (Kalisemen), tiba-tiba terdengar rentetan tembakan dari arah hutan. Suara tembakan tersebut mengenai kendaraan yang ditumpangi para korban.

“Berdasarkan keterangan korban M.M (42), saat mobil melambat di turunan jalan rusak, pelaku menembaki kendaraan dari arah depan dan kiri-kanan jalan. Korban bersama rekan-rekannya berusaha keluar dari mobil untuk menyelamatkan diri,” jelas Kapolres Nabire.

Dalam kejadian tersebut, beberapa korban mengalami luka tembak dan luka robek di tubuh akibat serpihan peluru dan Seorang korban warga sipil berinisial M (51), dilaporkan meninggal dunia akibat luka parah di bagian belakang kepala.

“Total terdapat lima warga sipil menjadi korban, empat di antaranya mengalami luka serius dan satu meninggal dunia,” lanjut Kapolres.

Keterangan lain datang dari para saksi yang berada di lokasi tidak jauh dari tempat kejadian. Salah satunya adalah A.Ks (40), warga yang saat itu sedang mengendarai sepeda motor dari arah Topo menuju Nabire.

Saksi mengaku melihat sekitar 13 orang bersenjata laras panjang berdiri di pinggir jalan. Saat jarak antara dirinya dan kelompok itu sekitar 10 meter, tiba-tiba terdengar dua kali tembakan yang mengenai kedua tangannya.

“Korban terjatuh dari motor dan bersembunyi di dalam hutan selama sekitar dua jam sebelum akhirnya ditemukan dan dievakuasi oleh anggota kepolisian bersama tim medis RSUD Nabire,” terang Kapolres.

Kesaksian serupa juga disampaikan oleh D.B (33), operator alat berat yang selamat dari serangan. Ia menuturkan bahwa kelompok penyerang menodongkan senjata ke arah mobil dan langsung melepaskan tembakan tanpa peringatan.

“Mereka membawa tiga pucuk senjata laras panjang. Kami semua panik dan menyelamatkan diri ke dalam hutan,” kata D.B sebagaimana dikutip dari keterangan saksi di lapangan.

Tim gabungan Polres Nabire dan Polda Papua Tengah langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian setelah menerima laporan masyarakat. Para korban yang berhasil dievakuasi segera dibawa ke RSUD Nabire untuk mendapatkan pertolongan medis.

Kapolres Nabire AKBP Samuel D. Tatiratu tiba di rumah sakit untuk memastikan kondisi para korban. Disusul, Bupati Nabire turut hadir menjenguk korban luka.
Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol. Alfred Papare, S.I.K. juga tiba di RSUD Nabire untuk memantau langsung proses penanganan korban.

Belum lama setelah insiden pertama, penyerangan kembali terjadi sekitar pukul 14.40 WIT, saat rombongan Kapolda Papua Tengah yang baru saja meninjau lokasi kejadian sedang dalam perjalanan kembali dari Topo menuju Nabire.
Kapolres menjelaskan, mobil yang ditumpangi Kasat Narkoba Polres Nabire, Iptu H.S., bersama empat anggota lainnya menjadi sasaran tembakan dari arah perbukitan sebelum Kali Pepaya.

“Dua kali tembakan pertama mengenai kaca depan mobil Kasat Narkoba. Kemudian disusul 4–5 kali tembakan berikutnya yang direspons anggota dengan tembakan balasan ke arah sumber suara,” ungkap Kapolres.

Empat anggota Polri mengalami luka akibat serangan tersebut, yaitu:
1. Iptu H.S. (45) – luka robek di kepala kanan dan bahu kanan.
2. Bripka L.M.I. (38) – luka di pundak kiri belakang.
3. Briptu T.B. (26) – luka di punggung kiri.
4. Brigpol G.Y. (28) – luka di bagian atas kepala.
Semua korban langsung dievakuasi ke RSUD Nabire dan saat ini dalam kondisi stabil setelah menjalani perawatan medis intensif.

Kapolres Nabire memastikan, pasca penyerangan, pihaknya langsung melakukan langkah-langkah taktis di lapangan untuk mencegah serangan susulan dan menjaga keselamatan warga.

Meski belum dapat memastikan motif di balik penyerangan, Kapolres Nabire menilai aksi tersebut merupakan bagian dari upaya kelompok bersenjata mengganggu stabilitas keamanan di wilayah Papua Tengah.

“Dugaan sementara, kelompok ini ingin menciptakan ketakutan di tengah masyarakat dan mengganggu aktivitas pembangunan. Namun kami pastikan, aparat tidak akan mundur selangkah pun untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” tegas AKBP Samuel D. Tatiratu.

Kapolres juga menambahkan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan TNI, Satgas ODC, dan pemerintah daerah untuk memperkuat sistem pengamanan di sepanjang ruas Jalan Trans Nabire–Enarotali yang merupakan jalur utama logistik antar wilayah.

Kehadiran Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol. Alfred Papare dan Bupati Nabire di RSUD Nabire menunjukkan perhatian serius pemerintah terhadap para korban.
Keduanya turut memastikan bahwa pelayanan medis diberikan secara cepat dan maksimal.

Kapolres Nabire mengimbau masyarakat agar tidak panik dan tetap waspada. Ia meminta warga menunda sementara perjalanan melalui jalur Trans Nabire–Enarotali hingga situasi benar-benar aman.

“Kami mohon masyarakat tidak melakukan perjalanan ke arah Topo dan Uwapa untuk sementara waktu situasi masih dalam pengamanan aparat.

Kapolres Nabire juga mengingatkan agar warga tidak mudah termakan isu atau informasi yang belum jelas sumbernya.

“Kami minta masyarakat tidak menyebarkan berita yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Semua informasi resmi akan disampaikan melalui kepolisian,” tambahnya.

Menyikapi situasi ini, Polres Nabire meningkatkan status siaga penuh di seluruh jajaran untuk memastikan keamanan di wilayah Kabupaten Nabire dan sekitarnya tetap terkendali. Aparat gabungan kini berjaga di titik-titik rawan untuk mencegah adanya aksi lanjutan dari kelompok bersenjata tersebut.

Kapolres menegaskan bahwa kondisi Papua Tengah masih dalam kendali aparat keamanan, dan aktivitas masyarakat di pusat kota Nabire tetap berjalan normal.
“Kami pastikan wilayah perkotaan Nabire tetap aman dan kondusif. Aparat kami terus berpatroli, baik siang maupun malam, untuk menjamin keamanan warga,” tutup Kapolres.

Dengan kerja sama antara aparat, pemerintah, dan masyarakat, Papua Tengah diyakini akan tetap aman dan damai demi kelanjutan pembangunan dan kesejahteraan seluruh warganya.”Tutup Kapolres.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini