Ketua ADLPT Chandra: “Kami Tidak Akan Beraktivitas Sebelum Ada Solusi Nyata dari Pemerintah”
Tifacenderawasihnews. Com
TCN || Nabire, Papua Tengah | Ketua Asosiasi Driver Logistik Papua Tengah (ADLPT), Chandra, menegaskan sikap tegas para sopir logistik dan angkutan umum di wilayah Papua Tengah untuk tidak beraktivitas sementara waktu hingga ada jawaban resmi dan solusi nyata dari pemerintah daerah maupun Provinsi serta instansi terkait, terutama soal kerusakan jalan di wilayah pegunungan dan ketersediaan BBM bersubsidi. Rabu ( 15/10/2025 )
Dalam pertemuan bersama DPRK Rabu tadi di kantor DPRK, Chandra menyampaikan bahwa pihaknya telah mengajukan sejumlah masukan dan solusi konkret untuk mengatasi permasalahan yang selama ini dihadapi para sopir logistik.

“Kami sudah sampaikan beberapa usulan, terutama soal BBM dan kebutuhan bahan bakar untuk kendaraan lintas pegunungan. DPRK sudah minta data agar bisa dirumuskan lebih lanjut,” jelas Chandra.

Lebih lanjut, Chandra mengatakan pada waktu pertemuan dengan Sekda Provinsi Papua Tengah kemarin membahas soal perbaikan jalan, Namun hingga kini, kata Chandra, belum ada tindak lanjut yang jelas dari pemerintah Provinsi Papua Tengah.
“Dari pihak PU kemarin janji akan rapat dan bahas masalah jalan di kilometer 141 dan sekitarnya, tapi sampai sekarang belum ada jawaban. Jadi kami tetap tidak beraktivitas dulu, baik untuk logistik maupun angkutan penumpang,” tegasnya.
Chandra juga menyoroti kondisi jalan pegunungan yang semakin membahayakan.
“Hampir setiap hari ada kendaraan yang tergelincir atau terbalik di kilometer 141. Terakhir ada mobil Hilux 404 jatuh di sana. Ini menunjukkan kondisi jalan sudah sangat parah dan butuh perhatian segera,” ujarnya.
Selain soal infrastruktur, keamanan di jalur lintas pegunungan juga masih rawan. Meski sudah ada langkah dari pihak kepolisian, namun pelaksanaannya masih menunggu koordinasi lebih lanjut di lapangan.
“Dari Polda sudah ada rencana teknis pengamanan, tinggal nanti disesuaikan oleh teman-teman di lapangan,” tambahnya.
Sebagai langkah jangka pendek, ADLPT berharap menjelang Desember dan musim arus mudik Natal, pemerintah dapat memprioritaskan perbaikan dan penanganan sementara agar jalur logistik tetap lancar.
“Harapan kami, paling tidak menjelang Desember ini akses bisa dibuka dan diperhatikan dulu, karena arus kendaraan dan barang pasti meningkat,” ujar Chandra.
Menutup keterangannya, Ketua ADLPT menegaskan bahwa para sopir tidak akan melayani aktivitas logistik maupun angkutan umum sampai ada respon nyata dan tindakan langsung dari pemerintah.
“Kami siap bekerja, tapi harus ada jaminan keamanan dan perbaikan jalan. Kalau belum ada, kami tetap hentikan aktivitas,” tegasnya.
( RED )

Tinggalkan Balasan