Reel Density Analysis Kepadatan Simbol Mahjong Ways 2 Scatter Trigger Mapping Free Spin Mahjong Ways 2 Symbol Volatility Study Pola Pembayaran Mahjong Ways 2 Grid Expansion Effect Multiplier Mahjong Ways 2 Wild Frequency Mapping Distribusi Simbol Wild Mahjong Ways 2 Cluster Formation Index Pembentukan Klaster Simbol Mahjong Ways 2 Reel Transition Pattern Mode Free Spin Mahjong Ways 2 Multiplier Growth Model Dinamika Pengali Mahjong Ways 2 Symbol Drop Probability Probabilitas Simbol Tinggi Mahjong Ways 2 Spin Cycle Observation Pola Siklus Spin Mahjong Ways 2 Analisis Pola Momentum Spin Mahjong Wins 3 Fase Potensial Pendekatan Observatif Transisi Ritme Gates of Olympus Studi Dinamika Simbol Wild Konsistensi Sesi Digital Strategi Adaptif Pola Sesi Panjang Mahjong Wins 3 Analisis Sinkronisasi Visual Ritme Gates of Olympus Membaca Pola Scatter Aktif Indikator Perubahan Fase Pendekatan Sistematis Identifikasi Stabilitas Sesi Slot Digital Peran Variasi Tempo Spin Alur Permainan Mahjong Wins 3 Analisis Perubahan Pola Simbol Momentum Gates of Olympus Studi Ritme Interaksi Simbol Dinamika Sesi Digital

TIFA CENDERAWASIH NEWS

DIPERCAYA DARI YANG TERPERCAYA

Diduga di Bekingi Oknum Polisi, Bandar Sabu Mengaku Sudah Ditangkap 5 Kali Selalu Dilepas

admin |

 

TCNews, Semarang – Bandar Narkoba bernama Aris Kentir alias Siluman beroperasi di wilayah Semarang, Jawa Tengah. Namanya mulai viral sejak kasus penangkapan Yn yang diduga sebagai rekayasa penyidik dari Diresnarkoba Subdit I Polda Jawa Tengah.
Berita terkait :
https://www.radarkriminal.com/2025/09/sengaja-membiarkan-dpo-bandar-sabu.html

Kasubdit I Polda Jateng Diduga Rekayasa Kasus, Ibu Penjual Kue Dijerat Sebagai Pengedar Narkoba

Skandal Narkoba Polda Jateng: Penyidik Diduga Pelihara Bandar Sabu, IRT Jadi Kambing Hitam, Propam Diminta Tegas!

Kejanggalan demi kejanggalan tampak dalam penangkapan tersebut, dimana Yn yang diminta untuk membeli barang haram jenis sabu sabu tersebut ditangkap seorang diri, sementara yang menyuruh membeli bernama Ragil alias Justo dan penjual bernama Aris alias Siluman tidak ditangkap, tetapi dijadikan sebagai DPO (Daftar Pencarian Orang) dalam berkas Yn yang kini sudah P21 dan dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi.
“Jelas aneh, mereka (Justo dan Aris) dibuat sebagai DPO dalam berkas, padahal mereka santai keluyuran di Semarang ini, ada apa sebenarnya, bukankah DPO artinya orang yang tidak diketahui keberadaannya?”ujar Frans Baho pengamat kebijakan pemerintah yang memonitor kasus ini dari awal.
Aris bahkan menelpon awak media ini dan berkata bahwa dirinya sudah pernah 5 kali ditangkap pihak Polda namun tidak diproses hingga persidangan.

“Saya sudah 5 kali ditangkap Polda gak masalah pak”ujar Aris saat komunikasi melalui sambungan seluler.
Bahkan salah seorang pria yang tidak mau disebutkan namanya, mengatakan bahwa barang narkoba yang dijual Aris alias Siluman tersebut berasal dari oknum polisi berinisial D.
Pernyataan Aris dan kesaksian pria tersebut semakin menguatkan alasan mengapa sampai saat ini Aris belum ditangkap, terlebih ada pernyataan salah satu perwira di Subdit I Ditnarkoba Polda Jawa Tengah bernama Wiyoto bahwa mereka akan menangkap Aris sambil menunggu Aris memegang BB (Barang Bukti) yang besar .
“Wiyoto bilang menunggu BB besar, itu kan artinya mereka sebagai penyidik tau keberadaannya, janganlah membodohi masyarakat pak”tukas Frans Baho pria asli Papua yang dikenal suka membantu masyarakat yang dizolimi ini .

Frans Baho berharap Dirresnarkoba Polda Jawa Tengah bisa turun tangan melihat tingkah laku anak buahnya dan tegas mengeluarkan oknum nakal dari satuannya yang bisa berdampak ke reputasinya
“Saya berharap pak Dirnarkoba bisa tegas, saya tinggal di Sorong dan bapak juga pernah menjadi Kapolres di tempat kami, saya doakan bapak bisa diberi ketegasan dalam memimpin, bila memang ini rekayasa lakukan sanksi dan keluarkan oknum nakal tersebut, biar jangan muncul korban seperti Yn lagi di kemudian hari. Anda ditugaskan memberantas narkoba, bukan seperti Yn yang termasuk korban karena tergoda jadi pemakai narkoba. Kalo tidak ada penjual seperti Aris, tidak mungkin ada pembeli pak. Anggota bapak bisa menagkap Aris itu kapan saja, jangan ikut menutupi kesalahan anak buah bapak ya”lanjut Frans seakan menyampaikan pesan kepada Dirnarkoba Polda Jateng yang pernah menjadi Kapolres di wilayahnya tinggal.

Dihubungi melalui chat aplikasi Whatsapp, Dirresnarkoba Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Muhammad Anwar Nasir, S.i.k., M.h. , mengatakan bahwa Aris sedang dilakukan pencarian dan meminta agar dibantu memberikan informasi keberadaannya.

Sumber:  Wandee

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini