Reel Density Analysis Kepadatan Simbol Mahjong Ways 2 Scatter Trigger Mapping Free Spin Mahjong Ways 2 Symbol Volatility Study Pola Pembayaran Mahjong Ways 2 Grid Expansion Effect Multiplier Mahjong Ways 2 Wild Frequency Mapping Distribusi Simbol Wild Mahjong Ways 2 Cluster Formation Index Pembentukan Klaster Simbol Mahjong Ways 2 Reel Transition Pattern Mode Free Spin Mahjong Ways 2 Multiplier Growth Model Dinamika Pengali Mahjong Ways 2 Symbol Drop Probability Probabilitas Simbol Tinggi Mahjong Ways 2 Spin Cycle Observation Pola Siklus Spin Mahjong Ways 2 Analisis Pola Momentum Spin Mahjong Wins 3 Fase Potensial Pendekatan Observatif Transisi Ritme Gates of Olympus Studi Dinamika Simbol Wild Konsistensi Sesi Digital Strategi Adaptif Pola Sesi Panjang Mahjong Wins 3 Analisis Sinkronisasi Visual Ritme Gates of Olympus Membaca Pola Scatter Aktif Indikator Perubahan Fase Pendekatan Sistematis Identifikasi Stabilitas Sesi Slot Digital Peran Variasi Tempo Spin Alur Permainan Mahjong Wins 3 Analisis Perubahan Pola Simbol Momentum Gates of Olympus Studi Ritme Interaksi Simbol Dinamika Sesi Digital

TIFA CENDERAWASIH NEWS

DIPERCAYA DARI YANG TERPERCAYA

Kalapas Nabire Edi Saputra Akui Lapas Tidak Layak, Usulkan Penambahan Pagar Usai 15 Napi Kabur

admin |

 

Tifacenderawasihnesw. Com

TCN ||Nabire – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Nabire, Edi Saputra, memberikan keterangan resmi terkait kaburnya 15 narapidana pada Senin (29/9/2025) pagi sekitar pukul 07.04 WIT. Para napi diduga melarikan diri dengan cara memanjat tembok pojok lapas menggunakan tali yang diikat pada balok.

Benar, sekitar pukul 07.04 tadi pagi, terjadi larian warga binaan. Mereka menggunakan tali dan balok untuk memanjat tembok di pojok lapas,” jelas Edi Saputra di hadapan awak media.

Kalapas mengakui, insiden ini bukan yang pertama kali terjadi. Dalam tahun 2025 saja, pelarian napi sudah tiga kali terjadi di Lapas Nabire. Menurutnya, kondisi bangunan dan fasilitas pengamanan Lapas saat ini tidak memadai.

Standar lapas kita ini memang tidak layak. Pagarnya hanya satu, tembok keliling langsung bersentuhan dengan warga binaan. Ke depan kami usulkan ada penambahan pagar berlapis, lengkap dengan pagar pembatas dan steril area,” tegasnya.

Edi juga menyebutkan jumlah petugas yang bertugas di Lapas Nabire sangat tidak seimbang dengan jumlah penghuni. Dari sekitar 200 warga binaan, hanya 5 petugas yang berjaga pada saat kejadian. Padahal, standar idealnya minimal 20 petugas untuk jumlah tersebut.

Terkait langkah selanjutnya, pihak Lapas telah berkoordinasi dengan Polres Nabire dan mengeluarkan daftar pencarian orang (DPO) bagi napi yang melarikan diri. Edi juga mengimbau masyarakat agar segera melaporkan jika mengetahui keberadaan napi yang kabur.

Surat DPO sudah kami kirimkan ke Polres Nabire. Kami harap masyarakat bisa membantu memberikan informasi bila melihat para napi yang melarikan diri,” ujarnya.

Selain itu, pihak Lapas juga telah melaporkan kejadian ini ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Papua Tengah serta Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.

Respon dari Kementerian tentu sangat kaget, dan kami juga terus berkoordinasi dengan mereka terkait penanganan dan evaluasi ke depan,” kata Edi Saputra.

Ia menambahkan, evaluasi internal terhadap petugas Lapas juga sedang dilakukan untuk memastikan ada atau tidaknya kelalaian yang menyebabkan terjadinya pelarian massal tersebut.

( RED )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini