Reel Density Analysis Kepadatan Simbol Mahjong Ways 2 Scatter Trigger Mapping Free Spin Mahjong Ways 2 Symbol Volatility Study Pola Pembayaran Mahjong Ways 2 Grid Expansion Effect Multiplier Mahjong Ways 2 Wild Frequency Mapping Distribusi Simbol Wild Mahjong Ways 2 Cluster Formation Index Pembentukan Klaster Simbol Mahjong Ways 2 Reel Transition Pattern Mode Free Spin Mahjong Ways 2 Multiplier Growth Model Dinamika Pengali Mahjong Ways 2 Symbol Drop Probability Probabilitas Simbol Tinggi Mahjong Ways 2 Spin Cycle Observation Pola Siklus Spin Mahjong Ways 2 Analisis Pola Momentum Spin Mahjong Wins 3 Fase Potensial Pendekatan Observatif Transisi Ritme Gates of Olympus Studi Dinamika Simbol Wild Konsistensi Sesi Digital Strategi Adaptif Pola Sesi Panjang Mahjong Wins 3 Analisis Sinkronisasi Visual Ritme Gates of Olympus Membaca Pola Scatter Aktif Indikator Perubahan Fase Pendekatan Sistematis Identifikasi Stabilitas Sesi Slot Digital Peran Variasi Tempo Spin Alur Permainan Mahjong Wins 3 Analisis Perubahan Pola Simbol Momentum Gates of Olympus Studi Ritme Interaksi Simbol Dinamika Sesi Digital

TIFA CENDERAWASIH NEWS

DIPERCAYA DARI YANG TERPERCAYA

Jangan Biarkan Kami Hidup Dalam Gelap!” Kepala Suku Besar Yerisiam Gua, Ayub Kowoy, Angkat Suara

admin |

 

Tifacenderawasihnews.Com

TCN || Nabire – Suara tegas dilontarkan Kepala Suku Besar Yerisiam Gua, Ayub Kowoy. menanggapi mandeknya program listrik di wilayah adat Yerisiam. Menurutnya, masyarakat telah menaruh harapan besar pada program pemerintah tersebut, namun hingga kini justru terkesan dibiarkan tanpa kejelasan. Kamis ( 25/9/2025 )

Saya turun langsung ke lapangan, bertemu warga, mendengar keluhan mereka. Kalau kementerian ESDM dan PLN tidak bisa jalankan ini program, saya wajib pertanyakan. Apakah daerah kami ini mau ditinggalkan untuk hidup gelap terus? Tidak boleh!” tegasnya

Ia menekankan, masyarakat bukan hanya dirugikan, tapi juga dikhianati jika program strategis yang sudah dijanjikan tiba-tiba dihentikan atau dinolkan tanpa alasan jelas.

Ini program pemerintah, harus jalan. Kalau PLN tidak beri penjelasan, maka kami tidak tinggal diam. Kami akan turun besar-besaran dengan cara sopan, menyurati Polres Nabire dan Pemprov Papua Tengah untuk duduki kantor PLN sampai ada jawaban yang jelas,” katanya.

Ayub Kowoy juga menepis anggapan Jakarta yang menyebut sebagian wilayah adat sebagai zona merah.

Wilayah kami aman sejak dulu. Kalau ada yang bilang merah, kasih terang dulu supaya merah itu hilang jadi putih. Jangan alasan zona merah dipakai untuk menghambat pembangunan,” ujarnya lantang.

Sebagai penutup, ia menegaskan bahwa dirinya berbicara bukan untuk kepentingan pribadi, melainkan suara masyarakat adat Yerisiam.

Yang dirugikan itu rakyat. Kami tidak minta apa-apa selain penjelasan yang jelas dan program ini jalan. Itu saja. Kalau tidak, jangan salahkan kami kalau turun lapangan,” tutup Ayub Kowoy.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini