Jangan Biarkan Kami Hidup Dalam Gelap!” Kepala Suku Besar Yerisiam Gua, Ayub Kowoy, Angkat Suara
Tifacenderawasihnews.Com
TCN || Nabire – Suara tegas dilontarkan Kepala Suku Besar Yerisiam Gua, Ayub Kowoy. menanggapi mandeknya program listrik di wilayah adat Yerisiam. Menurutnya, masyarakat telah menaruh harapan besar pada program pemerintah tersebut, namun hingga kini justru terkesan dibiarkan tanpa kejelasan. Kamis ( 25/9/2025 )
“Saya turun langsung ke lapangan, bertemu warga, mendengar keluhan mereka. Kalau kementerian ESDM dan PLN tidak bisa jalankan ini program, saya wajib pertanyakan. Apakah daerah kami ini mau ditinggalkan untuk hidup gelap terus? Tidak boleh!” tegasnya
Ia menekankan, masyarakat bukan hanya dirugikan, tapi juga dikhianati jika program strategis yang sudah dijanjikan tiba-tiba dihentikan atau dinolkan tanpa alasan jelas.
“Ini program pemerintah, harus jalan. Kalau PLN tidak beri penjelasan, maka kami tidak tinggal diam. Kami akan turun besar-besaran dengan cara sopan, menyurati Polres Nabire dan Pemprov Papua Tengah untuk duduki kantor PLN sampai ada jawaban yang jelas,” katanya.
Ayub Kowoy juga menepis anggapan Jakarta yang menyebut sebagian wilayah adat sebagai zona merah.
“Wilayah kami aman sejak dulu. Kalau ada yang bilang merah, kasih terang dulu supaya merah itu hilang jadi putih. Jangan alasan zona merah dipakai untuk menghambat pembangunan,” ujarnya lantang.
Sebagai penutup, ia menegaskan bahwa dirinya berbicara bukan untuk kepentingan pribadi, melainkan suara masyarakat adat Yerisiam.
“Yang dirugikan itu rakyat. Kami tidak minta apa-apa selain penjelasan yang jelas dan program ini jalan. Itu saja. Kalau tidak, jangan salahkan kami kalau turun lapangan,” tutup Ayub Kowoy.

Tinggalkan Balasan