Reel Density Analysis Kepadatan Simbol Mahjong Ways 2 Scatter Trigger Mapping Free Spin Mahjong Ways 2 Symbol Volatility Study Pola Pembayaran Mahjong Ways 2 Grid Expansion Effect Multiplier Mahjong Ways 2 Wild Frequency Mapping Distribusi Simbol Wild Mahjong Ways 2 Cluster Formation Index Pembentukan Klaster Simbol Mahjong Ways 2 Reel Transition Pattern Mode Free Spin Mahjong Ways 2 Multiplier Growth Model Dinamika Pengali Mahjong Ways 2 Symbol Drop Probability Probabilitas Simbol Tinggi Mahjong Ways 2 Spin Cycle Observation Pola Siklus Spin Mahjong Ways 2 Analisis Pola Momentum Spin Mahjong Wins 3 Fase Potensial Pendekatan Observatif Transisi Ritme Gates of Olympus Studi Dinamika Simbol Wild Konsistensi Sesi Digital Strategi Adaptif Pola Sesi Panjang Mahjong Wins 3 Analisis Sinkronisasi Visual Ritme Gates of Olympus Membaca Pola Scatter Aktif Indikator Perubahan Fase Pendekatan Sistematis Identifikasi Stabilitas Sesi Slot Digital Peran Variasi Tempo Spin Alur Permainan Mahjong Wins 3 Analisis Perubahan Pola Simbol Momentum Gates of Olympus Studi Ritme Interaksi Simbol Dinamika Sesi Digital

TIFA CENDERAWASIH NEWS

DIPERCAYA DARI YANG TERPERCAYA

Kepala Dinas BPMK Nabire Tekankan Transparansi Dana Kampung dan Sumber Pendanaannya

admin |

 

 

Tifacenderawasihnews. Com

TCN || Nabire – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (BPMK) Kabupaten Nabire, Pilemon Madai, S.Th., M.Th., menegaskan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana kampung. Hal ini disampaikannya dalam kegiatan penyerahan dana kampung di Aula Argo Mulyo, Distrik Uwapa, Selasa (9/9/2025)

Dok anggaran dana desa

Pilemon Madai mengawali penyampaiannya dengan mengajak seluruh masyarakat bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa karena kasih dan pertolongan-Nya sehingga masyarakat dapat berkumpul dan menyaksikan penyerahan dana kampung secara langsung.

 

Tahun 2025 ini, Bupati Nabire turun langsung menyerahkan dana kampung agar seluruh masyarakat dapat menyaksikan jumlah dana yang diterima dan memastikan tidak ada keraguan. Ini pola baru yang lebih transparan,” jelasnya.

 

Menurutnya, penyerahan dana kampung secara terbuka ini penting agar masyarakat mengetahui sumber dan besaran dana yang masuk ke masing-masing kampung. “Kalau tahun-tahun sebelumnya ada kampung yang tidak tahu jelas berapa yang diterima, maka tahun ini semua disaksikan langsung oleh masyarakat. Tidak ada yang ditutup-tutupi,” tegasnya.

 

Pilemon kemudian menjelaskan bahwa dana kampung bersumber dari tiga pos utama, yakni:

1. Dana Desa (DD/ADK) – dialokasikan dari pemerintah pusat kepada kampung-kampung.

2. Dana Alokasi Kampung (DAK/DAD) – dana tambahan dari pemerintah pusat untuk menunjang pembangunan desa/kampung.

3. Dana Bagi Hasil Pajak dan Retribusi Daerah (BHPNB) – yang disalurkan dari pemerintah kabupaten kepada kampung.

 

Besaran dana yang diterima setiap kampung berbeda-beda, karena dihitung berdasarkan jumlah penduduk. Semakin besar jumlah penduduknya, semakin besar pula alokasi dana yang diterima. Sebaliknya, kampung dengan jumlah penduduk sedikit akan menerima dana yang lebih kecil,” terangnya.

 

Ia menekankan bahwa dana tersebut harus benar-benar dimanfaatkan sesuai kebutuhan dan program pembangunan yang sudah disepakati dalam musyawarah kampung. “Transparansi adalah kunci. Semua kepala kampung wajib terbuka kepada masyarakat agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari,” pungkasnya.

( ICL )

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini