Reel Density Analysis Kepadatan Simbol Mahjong Ways 2 Scatter Trigger Mapping Free Spin Mahjong Ways 2 Symbol Volatility Study Pola Pembayaran Mahjong Ways 2 Grid Expansion Effect Multiplier Mahjong Ways 2 Wild Frequency Mapping Distribusi Simbol Wild Mahjong Ways 2 Cluster Formation Index Pembentukan Klaster Simbol Mahjong Ways 2 Reel Transition Pattern Mode Free Spin Mahjong Ways 2 Multiplier Growth Model Dinamika Pengali Mahjong Ways 2 Symbol Drop Probability Probabilitas Simbol Tinggi Mahjong Ways 2 Spin Cycle Observation Pola Siklus Spin Mahjong Ways 2 Analisis Pola Momentum Spin Mahjong Wins 3 Fase Potensial Pendekatan Observatif Transisi Ritme Gates of Olympus Studi Dinamika Simbol Wild Konsistensi Sesi Digital Strategi Adaptif Pola Sesi Panjang Mahjong Wins 3 Analisis Sinkronisasi Visual Ritme Gates of Olympus Membaca Pola Scatter Aktif Indikator Perubahan Fase Pendekatan Sistematis Identifikasi Stabilitas Sesi Slot Digital Peran Variasi Tempo Spin Alur Permainan Mahjong Wins 3 Analisis Perubahan Pola Simbol Momentum Gates of Olympus Studi Ritme Interaksi Simbol Dinamika Sesi Digital

TIFA CENDERAWASIH NEWS

DIPERCAYA DARI YANG TERPERCAYA

Kapolres Nabire: Mari Jaga Nabire Sebagai Firdaus Kecil yang Aman dan Damai

admin |

 

 

Tifacenderawasihnews. Com

TCN || NABIRE – Kapolres Nabire, AKBP Samuel D. Tatiratu, S.I.K., menegaskan pentingnya kebersamaan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Kabupaten Nabire. Hal ini disampaikannya usai pertemuan yang dihadiri kurang lebih 16 tokoh dari berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, DPRK, tokoh masyarakat, pensiunan Polri, TNI, Kejaksaan, Pengadilan, hingga tokoh agama. Coffe Morning yang digelar di Aula Wicaksana Polres Nabire. Pada Senin ( 01/9/2025 )

Dalam pertemuan tersebut, Kapolres menyampaikan beberapa poin penting hasil masukan dari para tokoh:

1. Mencegah konflik seperti di kota besar

Seluruh pihak sepakat bahwa peristiwa kerusuhan atau konflik yang kerap terjadi di kota-kota besar di Indonesia tidak boleh terjadi di Nabire.

2. Penyampaian informasi segera ditindaklanjuti

Informasi terkait isu atau potensi gangguan keamanan yang diterima Polres Nabire diharapkan segera diteruskan kepada kepala suku dan kerukunan, agar bisa langsung disikapi di tingkat masyarakat.

3. Penanganan kriminalitas 3C

Para tokoh meminta adanya tindakan tegas terhadap tindak kriminal, khususnya kasus pencurian, curas, dan curanmor (3C). Kapolres memastikan peningkatan patroli dan mengoptimalkan dukungan pemerintah daerah dalam mengaktifkan pos keamanan.

4. Penempatan personel sesuai potensi ancaman

Penugasan anggota Polri di lapangan akan berdasarkan potensi kerawanan. Peristiwa penembakan oleh KKB dijadikan bahan evaluasi bersama agar langkah antisipasi lebih baik ke depan.

5. Peran kepala suku dan kerukunan

Sebelum forum besar seperti ini digelar, diharapkan ada kegiatan koordinasi di tingkat suku maupun kerukunan agar peran mereka lebih maksimal dalam menjaga stabilitas daerah.

6. Dukung penegakan hukum tanpa intervensi

Kapolres menegaskan, apabila ada oknum yang terlibat dalam aksi penjarahan, pengrusakan, atau tindak kriminal lainnya, maka proses hukum tetap dijalankan tanpa adanya pembelaan. “Ini penting sebagai pembelajaran bersama,” tegasnya.

7. Kesepakatan bersama untuk pertemuan selanjutnya

Poin-poin hasil pertemuan akan dituangkan dalam bentuk narasi kesepakatan. Dalam pertemuan berikutnya, dokumen tersebut akan ditandatangani jika seluruh pihak telah menyetujui.

Selain itu, aparat juga menegaskan bahwa setiap aksi unjuk rasa akan dilihat tujuannya terlebih dahulu. Jika murni untuk menyampaikan kritik, maka akan dikawal dengan baik. Namun, bila membawa paham yang berseberangan dengan NKRI, maka akan dicegah masuk kota.

Masyarakat juga diingatkan untuk bijak menggunakan media sosial dan tidak mudah terpancing emosi, karena teknologi yang seharusnya bermanfaat bisa menimbulkan perpecahan.

Sebagai tindak lanjut, Polres bersama pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat sepakat untuk mengaktifkan kembali pos keamanan terpadu (pos sinergitas/pos kamling) guna menekan angka kriminalitas. Aparat juga mengimbau agar warga tidak terhubung dengan kelompok-kelompok yang memiliki agenda berseberangan dengan NKRI, karena hanya akan merugikan masyarakat sendiri.

Pertemuan ditutup dengan ajakan persatuan: menjaga keamanan, memperkuat kebersamaan, dan menolak segala bentuk provokasi yang dapat mengganggu ketertiban di Nabire.

> “Mari kita jaga bersama Kabupaten Nabire, kota tercinta ini sebagai suatu firdaus kecil bagi semua suku yang hidup berdampingan di sini,” pungkas AKBP Samuel D. Tatiratu, S.I.K.

( ICL )

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini