Pelantikan IMI Papua Tengah : Doa Tulus Seorang Pemimpin Menyentuh Hati Semua Hadirin
Tifacenderawasihnews. Com
TCN || Nabire – Ruangan pertemuan di Hotel Karmel lantai 3 di Jalan CH. Martatiahahu Kalibobo Nabire, pada Sabtu pagi itu terasa istimewa. Lampu-lampu terang berpadu dengan dekorasi sederhana, menghadirkan suasana yang penuh wibawa sekaligus akrab. Para tamu undangan hadir, menyaksikan sejarah baru bagi Ikatan Motor Indonesia (IMI) Provinsi Papua Tengah. Sabtu ( 23/8/2025 )
Namun, di balik seremoni pelantikan yang biasanya dipenuhi pidato dan prosesi formal, sebuah momen kecil justru menjadi cahaya yang paling berkesan pagi itu.
Sebelum acara resmi dimulai, panitia menanti kehadiran seorang tokoh agama untuk memimpin doa. Waktu terus berjalan, dan keheningan mulai menyelimuti ruangan. Dalam suasana yang penuh antisipasi itu, sosok seorang pemimpin bangkit dari tempat duduknya. Ia adalah Bupati Kabupaten Nabire, Mesak Magai, S.Sos., M.Si.
Dengan langkah sederhana, beliau maju ke depan ruangan. Tanpa banyak kata, hanya dengan ketulusan yang terpancar dari wajahnya, ia mengajak semua yang hadir untuk menundukkan kepala. Doa pun dipanjatkan, penuh kesungguhan, meresap ke setiap hati yang hadir pagi itu.
Tak ada kata sambutan, tak ada pernyataan resmi—hanya doa yang tulus. Tetapi justru dalam kesederhanaan itulah hadirin merasakan sesuatu yang berbeda. Ruangan seolah terikat dalam suasana penuh haru. Semua yang hadir sadar bahwa mereka menyaksikan teladan kerendahan hati dari seorang pemimpin yang tidak menempatkan dirinya di atas orang lain.
Bagi banyak yang hadir, momen itu menjadi pengingat, jabatan adalah titipan sementara, sedangkan kerendahan hati di hadapan Tuhan adalah warisan yang kekal. Kehadiran seorang bupati yang rela mengambil peran memimpin doa menunjukkan bahwa kepemimpinan sejati tidak hanya lahir dari kursi jabatan, tetapi dari hati yang mau melayani.
Pelantikan IMI Papua Tengah pagi itu pun tak hanya menjadi penanda lahirnya kepengurusan baru. Lebih dari itu, ia menjadi peristiwa yang menorehkan pesan mendalam, bahwa kebersamaan, ketulusan, dan iman adalah fondasi bagi perjalanan organisasi dan masyarakat di Papua Tengah.
( ICL )

Tinggalkan Balasan