Reel Density Analysis Kepadatan Simbol Mahjong Ways 2 Scatter Trigger Mapping Free Spin Mahjong Ways 2 Symbol Volatility Study Pola Pembayaran Mahjong Ways 2 Grid Expansion Effect Multiplier Mahjong Ways 2 Wild Frequency Mapping Distribusi Simbol Wild Mahjong Ways 2 Cluster Formation Index Pembentukan Klaster Simbol Mahjong Ways 2 Reel Transition Pattern Mode Free Spin Mahjong Ways 2 Multiplier Growth Model Dinamika Pengali Mahjong Ways 2 Symbol Drop Probability Probabilitas Simbol Tinggi Mahjong Ways 2 Spin Cycle Observation Pola Siklus Spin Mahjong Ways 2 Analisis Pola Momentum Spin Mahjong Wins 3 Fase Potensial Pendekatan Observatif Transisi Ritme Gates of Olympus Studi Dinamika Simbol Wild Konsistensi Sesi Digital Strategi Adaptif Pola Sesi Panjang Mahjong Wins 3 Analisis Sinkronisasi Visual Ritme Gates of Olympus Membaca Pola Scatter Aktif Indikator Perubahan Fase Pendekatan Sistematis Identifikasi Stabilitas Sesi Slot Digital Peran Variasi Tempo Spin Alur Permainan Mahjong Wins 3 Analisis Perubahan Pola Simbol Momentum Gates of Olympus Studi Ritme Interaksi Simbol Dinamika Sesi Digital

TIFA CENDERAWASIH NEWS

DIPERCAYA DARI YANG TERPERCAYA

Terkait Dugaan Penipuan dan Memberikan Keterangan Palsu, Ronald Kondjol Angkat Bicara

admin |

 

TCN || Sorong – Kasus dugaan penipuan pembelian perahu Jollor senilai Rp.25 juta yang dialami Ibu Dahlia, warga Sorong Selatan, mendapat sorotan dari Ketua Dewan Adat Papua Wilayah III Doberay Ronald Kondjol.

Ditemui disalah satu cafe yang ada di Kota Sorong, (11/8/2025) Ronald Kondjol mengatakan kepada awak media bahwa peristiwa ini bermula pada Oktober 2023, saat Hasnia mendatangi rumah Dahlia untuk meminta bantuan membeli perahu jollor dari seorang penjual bernama Rais.

“Nilai perahu itu disepakati Rp.25 juta, dengan janji Hasnia akan mengembalikan uang sebesar Rp.30 juta ketika dana arisan yang diikutinya cair,” jelas Ronald.

Lanjut Ronald, ketika dana arisan cair, Hasnia justru mengambil uangnya sendiri dan tak melunasi utang seperti yang dijanjikan. Merasa dirugikan, Dahlia pun melaporkan Hasnia ke Polres Sorong Selatan.
Dalam pemeriksaan, Hasnia mengaku telah melunasi utang. Klaim ini dibantah para saksi dari kelompok arisan yang menegaskan tak pernah melihat adanya pembayaran. Kasus pun bergulir ke meja hijau

Kasus ini pun menjadi sorotan masyarakat termasuk Ketua Dewan Adat Papua Ronald Kondjol karena memuat dua dugaan pelanggaran hukum sekaligus: penipuan dan pemberian keterangan palsu di persidangan.

“Proses hukum masih bergulir, sementara publik menanti apakah kebenaran akan benar-benar terungkap di ruang sidang,” beber Ronald.

Ronald Kondjol menambahkan kedepannya agar pihak aparat penegak hukum dapat menyelesaikan permasalahan ini sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.

” Kedepannya, pada agenda persidangan yang nanti digelar, saya berharap kepada pihak Hakim di Pengadilan Negeri Sorong agar melakukan putusan dengan seadil-adilnya kepada pelaku yang diduga melakukan tindak pidana, ” tambah Ronald Kondjol.

Tifacenderawasihnews. Com

( RED )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini